Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Beranjak

[PUISI] Beranjak
Seorang kakek mencoba menyebrang di tengah riwehnya jalanan seusai hujan. (dok. pribadi/Emilia Susanti)

Kota ini begitu sesak

Manusia dengan segala urusannya

Membuat tersedak dan terisak-isak

Menyisakan cerita-cerita

 

Musim silih berganti

Keringat terus-menerus mengucur

Mengalirkan gelak tawa sekaligus tangis

Lalu, cerita di kota ini menjadi kabur

 

Realita mulai unjuk gigi

Mimpi-mimpi menjadi tak pasti

Rasa pahit mengalahkan rasa manis

Hanya bisa menangis

 

Lupakan saja ceritanya

Mimpi yang masih tergenggam

Tahanlah meskipun menyayat

Masih ada kota lainnya

 

Beranjaklah..

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Kalyana Dhisty
EditorKalyana Dhisty
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Hujan dan Luka yang Bertahan

26 Mar 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Suara Bertingkah

[PUISI] Suara Bertingkah

25 Mar 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Menang

[PUISI] Menang

25 Mar 2026, 06:28 WIBFiction
[PUISI] Layu, Tapi Hidup

[PUISI] Layu, Tapi Hidup

25 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Merajut Laut Fajar

[PUISI] Merajut Laut Fajar

25 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Ruang Tersembunyi

[PUISI] Ruang Tersembunyi

23 Mar 2026, 20:27 WIBFiction