Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Bersamamu

[PUISI] Bersamamu
unsplash.com/Andrew Butler

Aku membayangkan perjalanan kita semakin lengang
sepanjang jalan adalah aroma masa depan
mengantar kita pada gerbang yang berat
untuk tumbang dan melukai usaha kita

Bila hujan datang, kita berteduh bersama
Sambil tempias menyirami kaki kita berdua
sesekali kita berbagi siram hingga kuyup wajah
dan riang pun semakin menggema

Kita akan berhenti pada satu persimpangan
membiarkan lalu lalang melintas lebih dulu
sementara kita duduk pada bangku
sambil mencari arah mana yang harus kita tuju

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ridlo M
EditorRidlo M
Follow Us

Related Articles

See More

[PUISI] Upah yang Tak Pernah Utuh

28 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Inang Benalu

[PUISI] Inang Benalu

27 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Rumit

[PUISI] Rumit

26 Apr 2026, 20:17 WIBFiction
[PUISI] Sepi yang Berisik

[PUISI] Sepi yang Berisik

26 Apr 2026, 05:25 WIBFiction