Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Bersamamu

unsplash.com/Andrew Butler
unsplash.com/Andrew Butler

Aku membayangkan perjalanan kita semakin lengang
sepanjang jalan adalah aroma masa depan
mengantar kita pada gerbang yang berat
untuk tumbang dan melukai usaha kita

Bila hujan datang, kita berteduh bersama
Sambil tempias menyirami kaki kita berdua
sesekali kita berbagi siram hingga kuyup wajah
dan riang pun semakin menggema

Kita akan berhenti pada satu persimpangan
membiarkan lalu lalang melintas lebih dulu
sementara kita duduk pada bangku
sambil mencari arah mana yang harus kita tuju

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ridlo M
EditorRidlo M
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Seperti Hujan Putus Asa

02 Jan 2026, 20:07 WIBFiction
Ilustrasi ibu dan anak

[Puisi] Seribu wajah ibu

02 Jan 2026, 20:07 WIBFiction
ilustrasi perempuan di bangunan terbengkalai seorang diri

[PUISI] Dialog Tak Bernada

02 Jan 2026, 05:04 WIBFiction
ilustrasi wanita bahagia

[PUISI] Utuh Setelah Retak

31 Des 2025, 07:15 WIBFiction
ilustrasi memegang uang

[PUISI] Semburat Nafsu

31 Des 2025, 05:04 WIBFiction
ilustrasi robekan kertas tercecer

[PUISI] Robekan Memori

28 Des 2025, 21:07 WIBFiction