Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Buah Kesendirian

[PUISI] Buah Kesendirian
ilustrasi berjalan sendirian (pexels.com/Rene Asmussen)
Share Article

Tapi, siapa sangka kesendirian yang begitu pilu
Yang dengannya langkah kaki terasa berat menopang
Hati menjerit karena disiksa rasa sepi
Dan tubuh dibuat letih harus berjuang seorang diri

Siapa sangka,
Ia ternyata mampu bawa kehangatan yang penuh tenang
Ia menjadi belajar bertumpu pada potensi sendiri
Takut dan gagalnya ditelan tanpa menyusahkan yg lain

'Ah tak apa begini', batinnya setiap waktu
Setidaknya, ia masih luang mempelajari diri sendiri
Ia rangkai patah-patah lalu menjadi deretan pelajaran
Agar kelak tak jadi duri bagi kebaikan di sekitar

Ia bangun dinding-dinding tinggi menjulang
Biar kegelisahannya tak tampak pada semesta
Biar ia belajar bangun tanpa mengharapkan tepukan
Agar besar hatinya menerima apa adanya

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nur Tazkiyah Sejati
EditorNur Tazkiyah Sejati

Related Articles

See More

[PUISI] Tentang Tenang

08 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Menyelamatkan Akar

[PUISI] Menyelamatkan Akar

07 Jun 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Lumrah yang Susah

[PUISI] Lumrah yang Susah

06 Jun 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Kompas yang Patah

[PUISI] Kompas yang Patah

05 Jun 2026, 09:07 WIBFiction
[PUISI] Tak Pernah Usang

[PUISI] Tak Pernah Usang

04 Jun 2026, 16:57 WIBFiction
[PUISI] Sisi Gelap Senja

[PUISI] Sisi Gelap Senja

04 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Balikpapan Baru

[PUISI] Balikpapan Baru

03 Jun 2026, 21:27 WIBFiction