Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Cukup Aku

[PUISI] Cukup Aku
ilustrasi berproses dengan diri sendiri (pexels.com/Guillermo Berlin)
Share Article

Dahulu, kubungkus letih dalam senyap
Menitipkan langkah pada jalan yang bisu
Berjuang tanpa tapak yang tampak
Seakan diri tenggelam di waktu

Kupikir sorak adalah pelabuhan
Tempat lelahku berhak bersandar
Namun, kusadar tak semua goresan
Perlu dibaca oleh mata yang samar

Sebab perjalanan ini milikku sendiri
Tak butuh riuh, tak butuh riak
Cukup aku, cukup sunyi
Cukup proses yang mencatat jejak

Biarlah letih bersandar di dada
Tanpa diumbar ke angin lalu
Yang sejati tak haus cahaya
Cukup aku, cukup tahu

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎

Related Articles

See More

[PUISI] Senja Lupa Beranjak

07 Jun 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Menyelamatkan Akar

[PUISI] Menyelamatkan Akar

07 Jun 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Lumrah yang Susah

[PUISI] Lumrah yang Susah

06 Jun 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Kompas yang Patah

[PUISI] Kompas yang Patah

05 Jun 2026, 09:07 WIBFiction
[PUISI] Tak Pernah Usang

[PUISI] Tak Pernah Usang

04 Jun 2026, 16:57 WIBFiction
[PUISI] Sisi Gelap Senja

[PUISI] Sisi Gelap Senja

04 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Balikpapan Baru

[PUISI] Balikpapan Baru

03 Jun 2026, 21:27 WIBFiction
[PUISI] Komuni Jiwa

[PUISI] Komuni Jiwa

03 Jun 2026, 09:08 WIBFiction
[PUISI] Negara Hadir

[PUISI] Negara Hadir

03 Jun 2026, 05:04 WIBFiction