Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Empat Sajak Alam

[PUISI] Empat Sajak Alam
unsplash.com/Luke Richardson

Dasar laut tak pernah tahu
alasan Synodontis selalu sembunyi
dan menyembunyikan sesuatu
yang sejatinya tak perlu disembunyikan.
Dewa laut pun bertanya-tanya,
"Apakah ada yang tanggal atau buruk?"

Karang pun tebing memanglah kuat,
kokoh dideru deras ombak,
tegak diterpa kuat badai,
tapi ia bisa rusak pun patah,
hancur, hancur sehancur-hancurnya.

Mustahil adalah diksi haram bagi alam,
parkit bisa saja mendua pun angsa,
satu berkelana, satunya menjaga
sampai kembali ke sebermula, perih.

Harimau memang bengis kala menerkam,
mencabik, dan menghabisi mangsanya,
tapi sendu berbalut sedih hinggap
tanpa pengecualian, hanya saja
dunia tak pernah tahu dan ia,
ia pandai menyembunyikannya

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Ahmad Rifa'i Yusuf N
EditorAhmad Rifa'i Yusuf N

Related Articles

See More

[PUISI] Euforia Lawas

19 Mei 2026, 15:07 WIBFiction
[PUISI] Timeless

[PUISI] Timeless

19 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Mendekap Ego

[PUISI] Mendekap Ego

18 Mei 2026, 14:07 WIBFiction
[PUISI] Permata Pudar

[PUISI] Permata Pudar

18 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Merayakan Mimpi

[PUISI] Merayakan Mimpi

17 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Esok Tanpamu

[PUISI] Esok Tanpamu

17 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Bawa Aku Pergi

[PUISI] Bawa Aku Pergi

15 Mei 2026, 21:08 WIBFiction
[PUISI] Di Mana Suamiku?

[PUISI] Di Mana Suamiku?

15 Mei 2026, 05:04 WIBFiction