Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Harap sang Pangeran dengan Jujurnya Awan

ilustrasi percikan air hujan (pexels.com)
ilustrasi percikan air hujan (pexels.com)

Pernahkah kamu berpikir
Tak usah tentang luhurnya arti kejujuran
Sekadar tentang rasa sang pangeran
Tentang semua kejadian, siang juga malam

Pernahkah kamu melihat
Kayu dilahap api yang terang
Hujan yang jatuh dari jujurnya awan
Atau angin yang menyeret ombak pada karang

Mengapa perlu begitu banyak waktu
Untuk menjadi seterang api, walau mampu memberi luka
Mengapa perlu begitu banyak waktu
Untuk menjadi sejujur awan, walau mampu memberi badai
Mengapa perlu begitu banyak waktu
Untuk menjadi sekuat angin, walau mampu memberi topan

Percayalah, tak perlu takut wahai putri
Untuk menjadi terang, menjadi jujur
Karena, itu kekuatan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Muhammad Hilmi Fakhri Rachmat
EditorMuhammad Hilmi Fakhri Rachmat
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Telanjur Salah

10 Feb 2026, 21:07 WIBFiction
ilustrasi berdiri

[PUISI] Sepenuhnya Pulih

10 Feb 2026, 14:07 WIBFiction
ilustrasi orang yang bekerja dari rumah

[PUISI] Tanda Tanya

09 Feb 2026, 21:07 WIBFiction
Ilustrasi pasangan dinner (pexels.com/Photo by Nguyễn Mẫn)

[CERPEN] 737 Hari

08 Feb 2026, 08:10 WIBFiction
ilustrasi hujan

[PUISI] Memohon Hujan

08 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi berjalan di hutan

[PUISI] Jeritan Rimba

08 Feb 2026, 05:04 WIBFiction