Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Telanjur Salah

Ilustrasi wanita
Ilustrasi wanita (unsplash.com/Art Institute of Chicago)

Pena ini telah melukis sungai
Di atas kanvas yang seharusnya gunung
Tinta hitam membeku menjadi jalan buntu
Memaksa kaki untuk terus mengarungi jurang

Aku meminta maaf pada bintang
Karena telah menyebutnya kerikil malam
Pada laut, karena kusangka ia hanya kolam
Pada hatimu, karena kuduga ia dangkal

Tapi kata-kata bagai anak panah
Sekali melesat, tak kenal kata kembali
Luka di daging bisa mengering jadi tanda
Luka di jiwa menganga bagai pintu yang tak terkunci

Maka biarlah salahku menjadi nisan
Penanda di persimpangan ingatanmu
Agar kau tak lagi sesat ke jalan yang sama
Menemui sumur yang sama keringnya

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ananda Zaura
EditorAnanda Zaura
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Telanjur Salah

10 Feb 2026, 21:07 WIBFiction
ilustrasi berdiri

[PUISI] Sepenuhnya Pulih

10 Feb 2026, 14:07 WIBFiction
ilustrasi orang yang bekerja dari rumah

[PUISI] Tanda Tanya

09 Feb 2026, 21:07 WIBFiction
Ilustrasi pasangan dinner (pexels.com/Photo by Nguyễn Mẫn)

[CERPEN] 737 Hari

08 Feb 2026, 08:10 WIBFiction
ilustrasi hujan

[PUISI] Memohon Hujan

08 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi berjalan di hutan

[PUISI] Jeritan Rimba

08 Feb 2026, 05:04 WIBFiction