Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Hilang
ilustrasi reruntuhan kota (pexels.com/Song Tung Tran)

Runtuh, telah runtuh menjadi tanah
Tembok yang menjulang telah hilang
Gemerlap malam telah tertelan sunyi
Bisikan, tidak ada, hilang telah hilang

Mata mata yang tertuju padanya
hilang, telah hilang tertelan sunyi
Tak ada gema lagi untuk kebahagiaan
Sunyi, semua telinga sibuk sendiri

Runtuh, telah runtuh menjadi tanah
Siang telah menjadi debu-debu
malam-malam menjadi biru
Kemakmuran berubah jadi abu

Hilang, tak ada lagi yang berisik
tentangnya hanya menjadi lalu
mengubahnya jadi debu-debu
malam-malam jadi lebih biru

Hilang, kemakmuran telah hilang
ditelan ketamakan segelintir orang
Hilang, kebahagiaan telah hilang
dihapus keserakahan orang-orang

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team