Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Ibu Mengharap Perang

[PUISI] Ibu Mengharap Perang
pexels.com/@luizclas-170497

Tengkurap aku di ranjang
Memandang dinding mulai telanjang
Cat dinding yang mengelupas disakiti waktu
Aku teringat bisikanmu yang sakit pada dinding dan aku

Nak, ilmu kau tuntut bukan untuk kau banggakan
Dunia di sekitarmu butuh harapan
Ilmu kau pelajari agar kau tau arti senyuman
Dunia yang membuatmu luka bukan untuk kau taruh dendam

Nak, ibumu pernah kecil juga sepertimu
Orang-orang di sekitarmu banyak yang tersungkur
Kau harus peduli dan tau
Mereka ada hati yang harus kau ukur

Mereka diperangi manusia lain yang sibuk memanjat sinar
Naaak, kau kupintarkan untuk memberi sinar
Redupnya dunia harus kau bawa terang
Jangan pernah lupa aku memberimu nama panglima perang

Dinding itu lemah mungkin juga aku
Tembok itu mengelupas tapi tidak dengan perkataan ibuku
Panglima perang nama yang membuatku luka oleh harapan
Mataku terpejam membawa luka yang dalam

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Diktator Kampung
EditorDiktator Kampung
Follow Us

Related Articles

See More

[PUISI] Patah di Atas Aspal

08 Mei 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Niskala

[PUISI] Niskala

08 Mei 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Kepada Kegagalan

[PUISI] Kepada Kegagalan

07 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Pantang Terusir

[PUISI] Pantang Terusir

06 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Lampu Kota

[PUISI] Lampu Kota

05 Mei 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Lima Jenis Cinta

[PUISI] Lima Jenis Cinta

04 Mei 2026, 09:48 WIBFiction