Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Jarak Rapuh

[PUISI] Jarak Rapuh
ilustrasi jalan (pexels.com/Margerretta)

Ada yang runtuh di antara dua diam

Jarak yang tak jauh tapi tak lagi tenang

Langkah kita masih saling terbayang

Namun tak sanggup lagi menyapa pulang

Kata-kata menggantung di ujung ragu

Seperti benang tipis menahan waktu

Senyum yang dulu hangat dan utuh

Kini tinggal bayang di dinding rapuh

Tak ada badai tak ada gemuruh

Hanya jeda yang perlahan mengeluh

Jarak ini bukan tentang jauh

Tapi tentang hati yang tak lagi utuh

Bila kau tanya apa yang paling pilu

Bukan perpisahan

Tapi tetap bersama dalam dia yang tak satu

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Bahasa Air Mata

01 Apr 2026, 21:22 WIBFiction
[PUISI] Reruntuhan Cahaya

[PUISI] Reruntuhan Cahaya

01 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Bunga Surga

[PUISI] Bunga Surga

29 Mar 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Abu Pekat

[PUISI] Abu Pekat

29 Mar 2026, 21:04 WIBFiction