Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Kabut Asap dari Tanah yang Luka
ilustrasi asap dan tanah (pexels.com/Alexander Popadin)
  • Puisi menggambarkan kabut asap yang menutup pagi dan merusak alam akibat tangan manusia yang membakar hutan.
  • Hutan, daun, burung, serta udara digambarkan terdampak api dan asap, menyisakan abu, duka, dan tanah yang terluka.
  • Puisi menghadirkan harapan hujan memulihkan lahan, hijau kembali bersemi, dan manusia belajar menjaga kehidupan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kabut asap mengambang kelam,
menutup pagi, membungkam alam.
Tanah terluka menyimpan dendam,
pada tangan yang membakar diam.

Hutan merintih di balik bara,
daun berguguran kehilangan warna.
Burung mencari langit yang sirna,
sementara api terus menyala.

Asap menebal membawa nestapa,
mengusir napas dari udara.
Tanah yang luka tak lagi bicara,
hanya menyisakan abu dan duka.

Namun hujan kelak turun perlahan,
membasuh bara, menyembuhkan lahan.
Semoga hijau kembali bersemi di kemudian,
dan manusia belajar menjaga kehidupan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team