Kabut asap mengambang kelam,
menutup pagi, membungkam alam.
Tanah terluka menyimpan dendam,
pada tangan yang membakar diam.
Hutan merintih di balik bara,
daun berguguran kehilangan warna.
Burung mencari langit yang sirna,
sementara api terus menyala.
Asap menebal membawa nestapa,
mengusir napas dari udara.
Tanah yang luka tak lagi bicara,
hanya menyisakan abu dan duka.
Namun hujan kelak turun perlahan,
membasuh bara, menyembuhkan lahan.
Semoga hijau kembali bersemi di kemudian,
dan manusia belajar menjaga kehidupan.
![[PUISI] Kabut Asap dari Tanah yang Luka](https://image.idntimes.com/post/20260902/pexels-irrabagon-37036041_8012b3e9-aa95-44bd-8bec-98f8a9e165ee.jpg)