Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Kelam

[PUISI] Kelam
ilustrasi seseorang berada di dalam ruangan (pexels.com/Guillermo Berlin)

Di sini, waktu telah mati dan membusuk
Dinding-dinding ini bernapas dengan keputusasaan
Aku adalah mayat yang masih bisa mengamuk
Membentur-benturkan harap pada ketiadaan

Tatapanku? Itu adalah lubang hitam yang lapar
Menelan setiap cahaya yang berani mendekat
Duniaku runtuh, tak ada lagi yang benar
Hanya sisa-sisa trauma yang terasa mengikat

Aku telah lelah berteriak pada kehampaan
Sebab gema di sini hanya menertawakan luka
Tak ada hari esok, hanya malam yang perlahan
Menarikku lebih dalam ke jurang neraka

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Kelam

28 Mar 2026, 13:07 WIBFiction
[PUISI] Subuh yang Beku

[PUISI] Subuh yang Beku

28 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Suara Bertingkah

[PUISI] Suara Bertingkah

25 Mar 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Menang

[PUISI] Menang

25 Mar 2026, 06:28 WIBFiction
[PUISI] Layu, Tapi Hidup

[PUISI] Layu, Tapi Hidup

25 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Merajut Laut Fajar

[PUISI] Merajut Laut Fajar

25 Mar 2026, 05:04 WIBFiction