Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Subuh yang Beku

[PUISI] Subuh yang Beku
ilustrasi suasana ketika subuh (pexels.com/Chris F)

azan subuh telah dikumandangkan
menyapa embun-embun yang masih bergantungan
tetapi aku masih saja telentang
lalu meringkuk dengan lutut yang kupeluk

selimut pun kurapatkan
dan gigil segera menyusup
mencari celah "Allahu Akbar"
bunyinya terdengar makin jauh
dan tubuh makin membeku
membisu

dalam sekejap lelap menyergap
lantas, tiba-tiba tersentak
terlempar dari mimpi
mata terbuka dan subuh telah lalu

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Kelam

28 Mar 2026, 13:07 WIBFiction
[PUISI] Subuh yang Beku

[PUISI] Subuh yang Beku

28 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Suara Bertingkah

[PUISI] Suara Bertingkah

25 Mar 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Menang

[PUISI] Menang

25 Mar 2026, 06:28 WIBFiction
[PUISI] Layu, Tapi Hidup

[PUISI] Layu, Tapi Hidup

25 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Merajut Laut Fajar

[PUISI] Merajut Laut Fajar

25 Mar 2026, 05:04 WIBFiction