Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Kerinduan Puan

[PUISI] Kerinduan Puan
Pixabay/Pexels

Tiba-tiba muncul sepercik kerinduan.
Rinduku tak begitu merepotkan.
Hanya sebatas keinginan,
untuk bisa menikmati kopi dan duduk berhadapan.

Iya, sebatas keinginan.
Tanpa perlu diwujudkan.
Karena aku sadar diri, tuan.
Merindukanmu adalah hal yang tak seharusnya aku lakukan.
Mengingat ada seorang puan dipelukan tuan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Iim Halimatus Sadiyah
EditorIim Halimatus Sadiyah
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Bahasa Air Mata

01 Apr 2026, 21:22 WIBFiction
[PUISI] Reruntuhan Cahaya

[PUISI] Reruntuhan Cahaya

01 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Bunga Surga

[PUISI] Bunga Surga

29 Mar 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Abu Pekat

[PUISI] Abu Pekat

29 Mar 2026, 21:04 WIBFiction