Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Langkah Terakhir di Pantai Mei

[PUISI] Langkah Terakhir di Pantai Mei
Gelombang Laut (pexels.com/Pixabay)

Aku berdiri menatap nanar
Membaca kepingan pesan yang hilang
Lantas tenggelam dalam lamunan

Kau berdiri mematung di ujung
Tak berlari walau ombak menghambur
Kau bilang 'tuk tetap diam
Namun aku mencari tak sabaran

Lalu makna itu apa? 
Benarkah kita sepasang mata? 
Diam membisu sepanjang senja 
Hingga malam menutup purnama

Biarkan pecah ombak bergemuruh
Menyamarkan suara berisik nan riuh
Katamu kita utuh
Namun, ceritaku selalu rapuh

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Titik yang Enggan Dijemput Garis

25 Mar 2026, 19:22 WIBFiction
[PUISI] Suara Bertingkah

[PUISI] Suara Bertingkah

25 Mar 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Menang

[PUISI] Menang

25 Mar 2026, 06:28 WIBFiction
[PUISI] Layu, Tapi Hidup

[PUISI] Layu, Tapi Hidup

25 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Merajut Laut Fajar

[PUISI] Merajut Laut Fajar

25 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Ruang Tersembunyi

[PUISI] Ruang Tersembunyi

23 Mar 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berbunga

[PUISI] Luka yang Berbunga

23 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

22 Mar 2026, 05:04 WIBFiction