Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Lima Puluh Tiga

[PUISI] Lima Puluh Tiga
ilustrasi ibu dan anak (pixabay.com/Framtidsskeppet)

Begitu panjang jalan
Yang telah dijalani
Perjalanan masa
Perjalanan rasa
Terasa begitu cepat 
Juga terampau lambat
Tergesa, memaksa tanpa rehat
Perlahan, sampai di ujung tenggat
Tak kunjung tamat
Derita dan tangis
Senyuman dan manis
Mengembang dan mengempis.
Kulihat kokohnya
Kulihat karsanya
Kulihat tulusnya
Kulihat dibunuhnya keakuannya
Demi bunga tumbuh di sekelilingnya.
Dari rahimnya lahir
Dua puluh satu sudah aku hadir
Di tengah perjalanannya
Didekap, dituntun, disapih, dilepas
Sedalam mariana
Balas kasihku.
Menyita rehatnya
Merampas senyumnya
Meniup gelembung deritanya
Sedalam Mariana
Mohon ampunku.
Lima puluh tiga sudah
Dan masih lama lagi
Menumbuhkan bunga lagi
Mendekapku lagi
Lagi, lagi, 
Dan lagi
Mariana, terus akan kumencoba 
Melampauimu dalam segalanya
Untuk dirinya, Ibunda.

Oktober 2024

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rommy Putra Viantoro
EditorRommy Putra Viantoro
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Rumah yang Tiba-Tiba Sunyi

10 Mar 2026, 06:25 WIBFiction
[PUISI] Di Antara Retak

[PUISI] Di Antara Retak

10 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Memilih Keheningan

[PUISI] Memilih Keheningan

09 Mar 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Meminta Cahaya

[PUISI] Meminta Cahaya

08 Mar 2026, 21:48 WIBFiction
[PUISI] Doa-Doa dalam Diam

[PUISI] Doa-Doa dalam Diam

08 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Cacat Perspektif

[PUISI] Cacat Perspektif

08 Mar 2026, 05:04 WIBFiction