Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Luruh

[PUISI] Luruh
ilustrasi perempuan tidur (unsplash.com/Jr Korpa)

Jarum jam masih menunjuk angka sepuluh

Mentari juga belum mampu menusuk kulitku

Namun,

Seolah tubuh ini terbakar

Membara oleh gejolak rasa

 

Tak sengaja, dirimu tertangkap oleh netra

Membaca buku, penuh khidmat

Namun,

Jantungku tiba-tiba tak keruan

Dag-dig-dug, begitu kencangnya

 

Hingga akhirnya kamu berbalik badan

Dan kita pun saling menatap

Serasa tubuh ini makin terbakar

Pancarkan suar ke angkasa luar

Padahal mentari belum mencapai titik tertinggi

Namun,

Ada kamu dalam pandangku

Buatku luruh dalam syahdu

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Related Articles

See More

[PUISI] Tangisan yang Menunggu Pulang

30 Apr 2026, 15:07 WIBFiction
[PUISI] Pundak Tanpa Jeda

[PUISI] Pundak Tanpa Jeda

29 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Kucari Kamu

[PUISI] Kucari Kamu

28 Apr 2026, 20:17 WIBFiction
[PUISI] Inang Benalu

[PUISI] Inang Benalu

27 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Rumit

[PUISI] Rumit

26 Apr 2026, 20:17 WIBFiction
[PUISI] Sepi yang Berisik

[PUISI] Sepi yang Berisik

26 Apr 2026, 05:25 WIBFiction