Di tengah riuh manusia aku bungkam
Menatap matamu yang menenangkan
Dengan setelan baju rapi jua jam tangan
Rambut baru terselip senyuman rupawan
Tergambar di balik kain tipis tak menepis
Mata teduh yang paling aku dambakan
Sesaat dirimu lepas dari pandangan mata
'Ku tak kuasa menahan debaran yang nyata
Berputar sedemikian rupa sampai kepada
Waktu pertemuan kita di kota yang sama
Seperti bukan baru sepekan saja tercipta
Ditakdirkan bersama sejak dahulu kala
Melalui kebetulan yang jadi pertanda
![[PUISI] Melalui Kebetulan yang Jadi Pertanda](https://image.idntimes.com/post/20260830/1000041727_be0f7953-9880-4135-92ef-48851d7a10f4.jpg)