Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Menanti Ayah Datang

[PUISI] Menanti Ayah Datang
ilustrasi menggendong anak (pexels.com/Vlada Karpovich)

Anak yang baru saja kehilangan sosok ayah
Perlahan memintaku untuk menggendongnya
Ia mengajakku pergi ke teras rumah
Katanya, di teras itu suara ayah biasa muncul
Dan ujung jalan adalah saat tangan ayah akan melambai

Aku menolak untuk pergi lebih jauh dari teras
Dan mengajaknya kembali ke dalam rumah
Untuk membuka keranjang buah dan makanan ringan
Namun tubuhnya lebih teguh mengajakku pergi
Ke tempat ia merindukan ayahnya

Kini kakiku berada di ujung jalan
Menyaksikan jalan yang hening
Dan melihat anak di pangkuan melirik kanan kiri
Dari pagar rumah, ibu sang anak memanggil
Sambil mengangkat telepon dengan ayah di dalamnya

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ridlo M
EditorRidlo M
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Pisau Emas

05 Mar 2026, 16:47 WIBFiction
[PUISI] Mengais Ironi

[PUISI] Mengais Ironi

04 Mar 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Kelam Malam Silam

[PUISI] Kelam Malam Silam

04 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Menitip Doa

[PUISI] Menitip Doa

03 Mar 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Bius Standar Ganda

[PUISI] Bius Standar Ganda

02 Mar 2026, 13:07 WIBFiction
[PUISI] Jiwa yang Lapuk

[PUISI] Jiwa yang Lapuk

02 Mar 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Hilang

[PUISI] Hilang

01 Mar 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Kopi Tanpa Asap

[PUISI] Kopi Tanpa Asap

01 Mar 2026, 07:07 WIBFiction