Kami manusia yang diyakinkan oleh banyak janji 
Kau tanam di antara rintih, serta berbau tanah
Sekawan awan nampak merendah
Jalan-jalan terentang lenggang

Ku putuskan mulai merebahkan diri 
Tumbuh dari diam ke diam
Di antara doa dan nestapa
Melihat semuanya lantang tapi diri sendiri seolah tenggelam

Hidup selamanya dalam rahim Ibu
Sepertinya lebih menyenangkan
Ditemani dongeng-dongeng kecil Ayah
Karena hidup dalam masa sekarang adalah proyeksi ketakutan