[PUISI] Aku Rindu Aroma Rahim Ibu

Kami manusia yang diyakinkan oleh banyak janji
Kau tanam di antara rintih, serta berbau tanah
Sekawan awan nampak merendah
Jalan-jalan terentang lenggang
Ku putuskan mulai merebahkan diri
Tumbuh dari diam ke diam
Di antara doa dan nestapa
Melihat semuanya lantang tapi diri sendiri seolah tenggelam
Hidup selamanya dalam rahim Ibu
Sepertinya lebih menyenangkan
Ditemani dongeng-dongeng kecil Ayah
Karena hidup dalam masa sekarang adalah proyeksi ketakutan
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.


















