Ada yang hadir di sela-sela sepi yang terbiasa mendiami
Membawa warna biru muda yang menenangkan
Lantas kupikir kali ini berbeda dengan biru yang sebelumnya
Nyatanya aku lagi-lagi keliru menerjemahkan warna
Yang hadir kini berbeda, tetapi membawa luka yang sama
Sepi yang sempat mangkir kala ia datang
Kini justru dihujani luka yang sakitnya tiada tara
Luka yang belum sempat sembuh pun kian menganga
Salahku memang memupuk apa yang belum tentu bisa bertepuk
Merawat rasa suka yang bahkan hadirnya tiba-tiba
Menjamu tamu dengan segala suguhan meski tak tahu apa maksud kedatangannya
Membiarkan ia berdiri di tempat yang sama yang bekasnya masih ada
Semua terjadi begitu saja tanpa bisa kupahami
Tentang engapa setiap yang datang selalu membawa luka
Tak bisakah mereka menawarkan cinta yang bahkan tak pernah kurasakan tulusnya?
Tanpa harus membuatku kembali merawat luka yang tak tahu kapan sembuhnya
![[PUISI] Merawat Luka yang Sama](https://image.idntimes.com/post/20260303/pexels-wassana-5959818_a996417a-c5e2-4064-89b1-2cb3bbe2c6f5.jpg)