Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Para Pemilik Suara yang Tak Bersuara
ilustrasi perempuan diam (pexels.com/Khoa Võ)

Di balik sunyi, jerit terkunci,
Kebenaran tenggelam, keadilan pergi.
Bibir terbungkam, hati tersakiti,
Mereka tetap ada meski tak diakui.

Di bawah langit yang pura-pura terang,
Ada doa patah di dada yang bimbang.
Suara dirampas, harapan menghilang,
Namun, bara perlawanan enggan tumbang.

Siapa mendengar tangis yang tertahan?
Siapa peduli pada luka yang disembunyikan?
Saat dunia sibuk merayakan kemenangan,
Mereka berjuang demi sebuah pengakuan.

Kelak sunyi tak lagi berkuasa,
Kebenaran tumbuh melampaui dusta.
Sebab suara tak selalu berupa kata,
Kadang diam pun mengguncang dunia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎