Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Pembunuhan

[PUISI] Pembunuhan
ilustrasi kesedihan (pexels.com/Pixabay)
Share Article

Anak itu menangis dengan darahnya
Tubuhnya layuh dihantam kayu
Teriakannya kerap terdengar memekik
Di antara lorong panjang sekolah
Mengeja hati yang tercabik oleh telatah
Hingga sinar rembulan di ujung sana
Menatapnya nanar dalam gulita

Suaranya parau
Buat bergidik tiap pasang telinga yang membaca
Kulitnya yang dingin mengalirkan
Ribuan ketakutan, kekesalan, dan kekecewaan
Pada orang-orang yang menjamah
Di mana pun, di ruang kelas yang ingar bingar
Tapi terasa hampa baginya sebagai korban

“Ada yang ingin membunuhku.
Ada yang telah membunuhku.”
Ucapnya parau, meminta tolong
Kami menangis sejadi-jadinya
Mendekap erat kematian bersama kekosongan

 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Riani Shr
EditorRiani Shr

Related Articles

See More

[PUISI] Detak Waktuku Berjalan Terlalu Cepat

13 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Pahat

[PUISI] Pahat

13 Jun 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Satu Persen

[PUISI] Satu Persen

11 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Menolak Padam

[PUISI] Menolak Padam

10 Jun 2026, 21:48 WIBFiction
[PUISI] Ulasan

[PUISI] Ulasan

10 Jun 2026, 21:27 WIBFiction
[PUISI] Jejak di Rute Lama

[PUISI] Jejak di Rute Lama

10 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Kupu-kupu Tua

[PUISI] Kupu-kupu Tua

09 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Sayap Itu Rapuh

[PUISI] Sayap Itu Rapuh

09 Jun 2026, 05:04 WIBFiction