Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Penuh Debu

[PUISI] Penuh Debu
ilustrasi benda berdebu (unsplash.com/Denny Müller)

Kutatap wajahnya yang murung
Bagai semua di sana awan mendung
Bibir kecilnya bersenandung
Hidupku tiada lagi diuntung

Kutatap wajahnya yang kelabu
Ia berbisik sendu, bahwa rindu masa lalu
Masa sebelum diri ini jijik penuh debu
Debu yang merenggut asa jadi luka biru

Lalu, kubilang padanya begini
Celaka itu memang menyakiti
Tapi, kau tak perlu menyiksa diri
Dengan kuku tajam dan sayatan belati

Kubilang lagi padanya
Raga dan sukma mungkin penuh luka
Tapi, kau tetap cantik bak mutiara
Karena sungguh, hatimu jernih nan mulia

Kuharap kau mau kembali menebar canda
Seperti sedia kala pada anak-anak belia
Tenang saja
Tuhan takkan meninggalkanmu ke mana

Cilacap, 24 September 2021

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Warna Sebuah Kenangan

21 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Malaikat Palsu

[PUISI] Malaikat Palsu

21 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Bising Amoral

[PUISI] Bising Amoral

20 Apr 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Menjadi Abadi

[PUISI] Menjadi Abadi

20 Apr 2026, 05:48 WIBFiction
[PUISI] Mengingat Kamu

[PUISI] Mengingat Kamu

19 Apr 2026, 11:25 WIBFiction
[PUISI] Persis Kaca Rapuh

[PUISI] Persis Kaca Rapuh

18 Apr 2026, 20:17 WIBFiction