Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Penuh dengan Sengketa

[PUISI] Penuh dengan Sengketa
ilustrasi perlombaan (pexels.com/@pixabay)

Kehidupan dewasa terasa mengerikan

Ada banyak senyum yang dibungkus kepalsuan

Kadang air mata mesti disembunyikan

Masing-masing berjalan demi kesendirian

 

Harta menjadi penguasa

Ia memang tak dapat bicara

Tapi manusia tunduk padanya

Harta seolah tak dapat ditaklukkan dalam sekejap mata

 

Tak ada yang berkenan mengalah

Semua bertarung dalam balutan darah

Meski mentari tenggelam sudah

Mereka semua enggan sejenak menjeda kisah

 

Kehidupan dewasa tak tentu arahnya

Ia tampak penuh dengan sengketa

Juga perdebatan yang tak kunjung sirna

Tak ada lagi yang tersisa selain luka

 

Setiap dari manusia mencoba untuk tak berhenti

Mereka tak ingin di tengah jalan mati

Pun tak mau semua berakhir di alam mimpi

Lihatlah! Mereka seluruhnya menolak berdiam diri

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Mohammad Azharudin
EditorMohammad Azharudin
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Kepada Hari Jumat

11 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Tak Punya Kuasa

[PUISI] Tak Punya Kuasa

11 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Bilik Nostalgia

[PUISI] Bilik Nostalgia

10 Apr 2026, 17:48 WIBFiction
[PUISI] Bayang Tanpa Nama

[PUISI] Bayang Tanpa Nama

09 Apr 2026, 19:48 WIBFiction
[PUISI] Perjalanan Lara

[PUISI] Perjalanan Lara

09 Apr 2026, 05:04 WIBFiction