Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Percikan Warna

[PUISI] Percikan Warna
ilustrasi percikan warna (pexels.com/Steve Johnson)
Share Article

Menyergap netra yang lugu
Menyuguhkan barisan pesona semu
Lihat suara manusia berdecak kagum
Pada pesona validasi dan jemawa

Kau, dan popularitasmu
Validasi yang dibanggakan
Kelak akan terpatahkan
Kala merasa paling mulia

Semesta punya cara mengirim teguran
Pada popularitas yang tak selalu laku
Akan ada makhluk, dengan netra tajam
Menyapu seluruh percikan warna semu

Jadi, apa yang kau banggakan?
Validasi itu tak akan laku
Jemawa pada akhirnya terlunta
Luruh, percikan warna terbasuh
Sejatinya kau masih rapuh

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎

Related Articles

See More

[PUISI] Sisi Gelap Senja

04 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Balikpapan Baru

[PUISI] Balikpapan Baru

03 Jun 2026, 21:27 WIBFiction
[PUISI] Komuni Jiwa

[PUISI] Komuni Jiwa

03 Jun 2026, 09:08 WIBFiction
[PUISI] Negara Hadir

[PUISI] Negara Hadir

03 Jun 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Jingga Selamanya

[PUISI] Jingga Selamanya

01 Jun 2026, 19:38 WIBFiction