Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Perempuan dan Tubuhnya

Siluet seorang perempuan sedang menari.
Siluet seorang perempuan sedang menari. (pexels.com/Antoni Shkraba Studio)

Kobaran pandang menyoroti tubuh perempuan
Ke mana ia pergi, gerombolan mata elang itu mengikuti
Samar-samar tawa mereka terdengar di belakang
Tubuh berjalan dianggap benda mati

Perempuan dan tubuhnya
Perempuan berusaha menikmati sedikit dari banyak hal yang sebenarnya bisa dinikmati
Tapi mereka melihatnya sambil kelaparan dan melahapnya jika ada kesempatan
Lalu mengubur jiwanya hidup-hidup jika melawan

Coba berdiri tanpa sehelai busana
Engkau pasti terpana pada pantulan cerminmu sendiri
Tiap inci lekuk tubuhmu begitu seksi
Begitulah para mangsa menatapmu, bahkan ketika semuanya tersembunyi

Beranikah menawar kehormatan?
Tubuh perempuan terlalu berharga untuk sebuah angka
Dinodai pun tak akan hilang keindahannya

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Izza Namira
EditorIzza Namira
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Teks Tanpa Pengirim

23 Jan 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi perkuburan

[PUISI] Menuju Ketiadaan

23 Jan 2026, 05:04 WIBFiction
Ilustrasi angin

[PUISI] Embusan

22 Jan 2026, 21:17 WIBFiction
ilustrasi wanita yang berdiri di dekat kereta

[PUISI] Sapa Tanpa Gaung

21 Jan 2026, 05:15 WIBFiction
Potret kursi roda

[CERPEN] Kursi Roda Ali

20 Jan 2026, 21:56 WIBFiction
ilustrasi seorang pria di tengah keramaian

[PUISI] Berlalu-Lalang

20 Jan 2026, 21:48 WIBFiction