Dari luasnya alam semesta
megahnya langit juga samudra
mengapa harus tubuhku yang kau sapa
yang kau cari kurangnya, yang kau gali celanya
Aku bukan cermin bagi matamu
yang harus sempurna sebagaimana inginmu
bukan kanvas yang bisa kau poles setiap waktu
bukan juga tanah liat yang siap dibentuk
oleh selera dunia yang tak pernah cukup
Mengapa bahuku harus sekecil ranting?
Mengapa pinggangku harus seramping angin?
Mengapa lenganku tak boleh berbunga daging?
Mengapa pipiku harus tirus bagai bulan genting?
Mengapa jemariku harus lentik macam jerami?
Mengapa kulitku harus putih agar kau sudi memuji?
Aku ini manusia, aku ini perempuan
bukan sekadar angka di timbangan
bukan patung di etalase peradaban
bukan pajangan yang harus sempurna pada setiap pandangan
Kau berceramah tentang kecantikan
menabur standar tak kasatmata
pada tubuh perempuan
seakan indah hanya satu warna, satu ukuran, satu garis bayangan
menulis bermacam aturan,
tanpa menyadari tubuh ini
bukan milik engkau
Maka biarkan aku menjadi diriku
dengan semua lekuk dan sudut tubuhku
dengan semua luka dan tanda yang kupunya
karena inilah rumahku dan aku mencintainya
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Perempuan Menggugat: Tubuhku, Suaraku
![[PUISI] Perempuan Menggugat: Tubuhku, Suaraku](https://image.idntimes.com/post/20260104/pexels-suzyhazelwood-2662180_1f5aa13b-7cb9-4d14-a4d8-46766ce303b2.jpg)
ilustrasi buku (pexels.com/@suzyhazelwood)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Curated For You
- [INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial 09 Sep 2026, 13:52 WIB
- [PUISI] Air Mata Semesta04 Jan 2026, 05:04 WIB
- Penegakan Hukum Keracunan MBG Dipertanyakan, 11 Tokoh Bersuara21 Sep 2026, 07:00 WIB
- [PUISI] Mengulang Senja03 Jan 2026, 05:04 WIB
Editorial Team
EditorYudha
Related Article
[PUISI] Jatuh Hati25 Sep 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Sampai Derau Tercipta25 Sep 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Sebelum Melanjutkan Langkah24 Sep 2026, 21:17 WIB
[PUISI] Suara Semu24 Sep 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Penyesalan24 Sep 2026, 11:07 WIB
[PUISI] Kidung yang Agung24 Sep 2026, 08:28 WIB
[PUISI] Aku Kira Dewasa Akan Terasa Berbeda24 Sep 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Emas Ditukar Lapar24 Sep 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Amerta di Tengah Gelap23 Sep 2026, 21:17 WIB
[PUISI] Di Antara Senja23 Sep 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Di Antara Gugur dan Tumbuh23 Sep 2026, 17:47 WIB
[PUISI] Rimba Digadai23 Sep 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Ia Bukan Lagi Perempuan yang Sama23 Sep 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Jam yang Memakan Usia22 Sep 2026, 17:07 WIB
[PUISI] Separuh Percaya yang Dipaksa22 Sep 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Dari Luka Tumbuh Kehidupan22 Sep 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Daku dan Harap21 Sep 2026, 20:17 WIB
[PUISI] Cinta yang Membuatku Ragu21 Sep 2026, 19:07 WIB
[PUISI] Menutup Pintu Luka21 Sep 2026, 08:48 WIB
[PUISI] Berhenti Saat Remang21 Sep 2026, 05:25 WIB