Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Pertarungan Kehidupan
ilustrasi keramaian manusia (pexel.com/hippowoo)

Di tengah sibuknya dunia yang bekerja
Mengais rezeki, sejengkal demi sejengkal
Demi sepiring nasi hangat di meja
Segala hal dijalani saja
Baik buruknya, lihat nanti
Yang penting, hari ini bisa bertahan

Pemandangan biasa bagi warga kota
Jika tak bertarung hari ini,
Kau akan sekarat hari esok
Kehidupan dan kesibukanya,
Memaksa keluar dari zona nyaman
Berbaur dan beradaptasi dengan segala hal

Kau tak mampu melawan dunia
Jika begitu, peluklah duniamu
Dia juga butuh kasih sayangmu
Meski kerasnya dunia terasa berat

Ingatlah, ada dirimu yang selalu menemani
Meskipun bayanganmu hilang dalam kegelapan
Dia hanya butuh cahaya agar bisa terlihat
Maka maafkan dirimu,
Kamu tak layak menyakiti diri sendiri
Dengan cara seperti itu

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team