Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Puisiku Mati Tempo Hari

[PUISI] Puisiku Mati Tempo Hari
ilustrasi seorang gadis sedang melamun (pexels.com/Afta Putta Gunawan)

Puisiku mati tempo hari

Aku tak yakin alasan kenapa ia menggantung diri

Ia tak memberitakan apa-apa: selain isi hatiku telah tercerabut

Ruangnya tak bisa lagi ditempati

Oleh siapa pun, oleh orang lain yang asing

 

Puisiku mati dalam syahid

Ia bilang, aku telah berpahala 

Sebab tak ada hati yang kini saling menyakiti

 

Puisiku dalam perjalanan menuju surga

Tempat banyak jiwa telah disemayamkan

Tenang dalam kekekalan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Haidah Nisa
EditorHaidah Nisa
Follow Us

Related Articles

See More

[PUISI] Jika Uang Bukan Masalah

25 Apr 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Paradoks

[PUISI] Paradoks

23 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Kepada Perempuan

[PUISI] Kepada Perempuan

22 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Memetik Purnama

[PUISI] Memetik Purnama

21 Apr 2026, 20:17 WIBFiction