Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[Puisi] Rindu Paling Mustajab

[Puisi] Rindu Paling Mustajab
Ilustrasi perempuan yang sedang dirindukan (pexels.com/isaac mijangos)
Share Article

Pukul tiga
Dua tiga derajat, umur kita yang beradu cepat
Sabarlah, kopi ini masih hangat
Selama pelukmu masih di aku
Rindu, masih milikmu

Pukul empat
Mengamini senandung dan satu batang sebelum tidur
Semoga khusyuk
Dalam suntuk
Dan segala hal yang mengkhawatirkan
Menjadi abu dalam asbak

Selamat beristirahat
Jiwa-jiwa yang saling mengikhlaskan
Kepercayaan ialah penghambaan paling dalam
Hidup dipenuhi dengan “Aku harap” dan penantian
Antara aku, kamu, dan rindu paling mustajab

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ananda Zaura
EditorAnanda Zaura

Related Articles

See More

[PUISI] Jurang

18 Jun 2026, 16:47 WIBFiction
[PUISI] Parade Rasa

[PUISI] Parade Rasa

17 Jun 2026, 15:07 WIBFiction
[PUISI] Tak Tersentuh

[PUISI] Tak Tersentuh

16 Jun 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Segenggam Getar

[PUISI] Segenggam Getar

16 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Pergi ke Matahari

[PUISI] Pergi ke Matahari

16 Jun 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Rindu Tak Bertuan

[PUISI] Rindu Tak Bertuan

15 Jun 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Tuntutan Zaman

[PUISI] Tuntutan Zaman

14 Jun 2026, 23:48 WIBFiction
[PUISI] DIa yang menghatui

[PUISI] DIa yang menghatui

14 Jun 2026, 21:07 WIBFiction