Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Seorang Penyair Mati Rasa

[PUISI] Seorang Penyair Mati Rasa
ilustrasi seorang penyair mati rasa (pexels.com/cottonbro studio)
Share Article

Penanya lunglai, tak segesit biasanya 
Matanya sayu memandang lembar
Enggan mengukir setitik pun gores 
Hanya kosong, tanpa noda jua

Malam itu, tubuhnya menggigil
Di tengah ramai riuh sorai
Ia duduk di kursi kafe kota 
Dengan hati hampanya

Jika para penggemar sibuk bertanya 
Dan penerbitan buku sibuk menagih
Tentang karangan syair barunya 
Yang tak kunjung rampung 

Entah lambaian lemas tangan
Atau mulutnya yang terkunci
Mampu menjawab tagihan itu
Bahwa kini, jiwanya telah mati rasa

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎

Related Articles

See More

[PUISI] Dikelilingi oleh Diri

12 Jun 2026, 21:27 WIBFiction
[PUISI] Satu Persen

[PUISI] Satu Persen

11 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Menolak Padam

[PUISI] Menolak Padam

10 Jun 2026, 21:48 WIBFiction
[PUISI] Ulasan

[PUISI] Ulasan

10 Jun 2026, 21:27 WIBFiction
[PUISI] Jejak di Rute Lama

[PUISI] Jejak di Rute Lama

10 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Kupu-kupu Tua

[PUISI] Kupu-kupu Tua

09 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Sayap Itu Rapuh

[PUISI] Sayap Itu Rapuh

09 Jun 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Belajar Terbang

[PUISI] Belajar Terbang

08 Jun 2026, 22:07 WIBFiction