Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Seperti Kita yang Lalu

[PUISI] Seperti Kita yang Lalu
ilustrasi bunga yang layu (unsplash.com/@claire_k)

Memang aku ditakdirkan untuk menghilang
Harga yang harus kubayar
Hancurkan rasa
Binasakan asa

Semoga senyum kembali merekah pada bunga tidurmu
Semoga tangis tak lagi bermuara di ujung dagumu
Semoga jejak yang tengah diam kini kembali melangkah
Semoga harapan tak lagi berbohong

Jangan biarkan kemarin mengganggu esokmu
Ketuklah pintu kebahagiaan yang lain
Robek halaman yang dulu
Yang membelenggu dan membuatmu layu

Berdoalah kepada Tuhanmu
Jauhkan dari segala prahara
Seperti aku ...
Seperti kita yang lalu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Theofillo Sanjaya
EditorTheofillo Sanjaya
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Merajut Laut Fajar

25 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Ruang Tersembunyi

[PUISI] Ruang Tersembunyi

23 Mar 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berbunga

[PUISI] Luka yang Berbunga

23 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

22 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Subuh yang Beku

[PUISI] Subuh yang Beku

21 Mar 2026, 15:25 WIBFiction
[PUISI] Anak Bawang

[PUISI] Anak Bawang

20 Mar 2026, 05:04 WIBFiction