Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Seringnya, Aku yang Tersingkir

[PUISI] Seringnya, Aku yang Tersingkir
ilustrasi kesedihan (pixabay.com/sasint)
Share Article

Terlalu akrab dengan sepi,
Hingga ramai pun teramat sunyi
Melamun diri di tengah malam hari
Ku ingin berdua namun terhempas ke palung berduri 

Seringnya, aku yang tersingkir 
Ingin berusaha tegar,
Tapi tetap harus selalu berdzikir 
Walau diri harus selalu berakhir tergelincir 

Seringnya, aku yang terlupakan 
Tak peduli jika selalu hadir meluangkan 
Diri ini tetap tidak bisa jadi kesayangan
Karena aku tak pernah berada dalam angan

Seringnya, aku yang dipaksa kuat
Walau dalam hati selalu ingin mengumpat 
Kenapa harus berakhir dengan tobat 
Sedangkan dia selalu berhasil memikat 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Laurensius Aldiron
EditorLaurensius Aldiron

Related Articles

See More

[PUISI] Hari Ini Akan Baik-baik Saja

27 Jun 2026, 13:07 WIBFiction
[PUISI] Masa Usang

[PUISI] Masa Usang

26 Jun 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Lemah Tapi Kuat

[PUISI] Lemah Tapi Kuat

25 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Secercah Gelisah

[PUISI] Secercah Gelisah

24 Jun 2026, 21:17 WIBFiction
[PUISI] Lumbung Kosong

[PUISI] Lumbung Kosong

23 Jun 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Menebak Arah Dunia

[PUISI] Menebak Arah Dunia

23 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Batas Nalar

[PUISI] Batas Nalar

22 Jun 2026, 21:27 WIBFiction
[PUISI] Lembaran dan Balon

[PUISI] Lembaran dan Balon

22 Jun 2026, 05:25 WIBFiction