Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Perihal Kita yang Belum Tuntas

ilustrasi payung (pixabay.com/Mylene2401)
ilustrasi payung (pixabay.com/Mylene2401)

Pada payungmu yang kelewat biru,
masihku ingat tetesan
air jatuh 
mengenai bahuku 
dan bahumu.

Kita sama-sama tertawa
sama-sama basah
dan tak ada yang
terlindung dari 
tangisan cakrawala. 

Namun, berkas-berkas itu
hanya tersimpan dalam
benakku, 
bukan lagi memori
untuk diulang kembali
esok dan esok lagi. 

Bukankah kata usai
belum hadir di antara kita? 

Lantas apa yang menjadi sebab
segala sesuatu burai 
menyisakan sembap 
dan pertanyaanku
tak ada yang kau jawab.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Matthew Suharsono
EditorMatthew Suharsono
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Tangga yang Tidak Menuju Mana-mana

08 Feb 2026, 21:17 WIBFiction
Ilustrasi pasangan dinner (pexels.com/Photo by Nguyễn Mẫn)

[CERPEN] 737 Hari

08 Feb 2026, 08:10 WIBFiction
ilustrasi hujan

[PUISI] Memohon Hujan

08 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi berjalan di hutan

[PUISI] Jeritan Rimba

08 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
ilustrasi surat cinta

[PUISI] Kutub Kutub Magnet

07 Feb 2026, 21:07 WIBFiction
ilustrasi hutan bambu

[PUISI] Rumah tak Bersisa

07 Feb 2026, 07:07 WIBFiction
ilustrasi perempuan bersedih karena ditinggal kekasih

[PUISI] Belenggu Rindu

06 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
Ilustrasi menggosip

[CERPEN] Penggosip

05 Feb 2026, 15:17 WIBFiction