Berlama-lama sudah aku meringkuk
Menangis dikasihani,
menjambak rambut sendirian
Kaki Tuhan di altar,
Ku sekat pakai air mata
Tergores jiwaku
Merongrong segala payah dan derita
Berkali-kali mohon
Tak juga dihiraukan
Berlalu-lalu pinta
Sekali jawab pun tak ada
Susah menggerogoti jiwa
Sebab seruan luka lebih nyaring terdengar
Aku menyeka mulut agar tak sampai memaki
Sebab percuma,
Di ruang suram penolong tak didapati
![[PUISI] Seruan Luka dari Ruang Suram](https://image.idntimes.com/post/20260731/1000014622_64234668-98bd-47bd-a970-c7f5f42b4f2d.jpg)