Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Seruan Luka dari Ruang Suram
ilustrasi siluet manusia (pexels.com/Gian Adi)

Berlama-lama sudah aku meringkuk
Menangis dikasihani,
menjambak rambut sendirian
Kaki Tuhan di altar,
Ku sekat pakai air mata
Tergores jiwaku
Merongrong segala payah dan derita

Berkali-kali mohon
Tak juga dihiraukan
Berlalu-lalu pinta
Sekali jawab pun tak ada

Susah menggerogoti jiwa
Sebab seruan luka lebih nyaring terdengar
Aku menyeka mulut agar tak sampai memaki
Sebab percuma,
Di ruang suram penolong tak didapati

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team