Tangan penyambut waktu terbentang
Senyum merekah penghilang bimbang
Tatapan tanpa keraguan lagi
Rasa percaya yang membuncah jiwa yang menanti
Satu dasawarsa sebagai bukti
Bahwa satu hati bisa setia menanti janji
Doa yang selalu tersemat pada satu nama
Harapan yang tak pernah pupus walau dimakan usia
Ya, rambutku yang mulai memutih
Badan ku pun ikut meringkih
Namun, aku percaya kau kan kembali
Bukan hanya sekedar imaji