Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Teduh

[PUISI] Teduh
ilustrasi orang tersenyum sambil memegang bunga (pexels.com/Matheus Bertelli)

Karena kehadiranmu
Bagai teduh seusai hujan membasahi
Atau rumah tempat peluh berhenti
Aku sunyi, tapi tiada sepi barang sedetik
Atau kehilangan yang konon terasa pelik

Di sana, tak kutemukan apa-apa yang mengusik
Serupa kilat yang menyambar telak
Hanya penerimaan dan kehangatan menjalar
Dari jiwa yang terang tanpa perlu berkoar

Aku lelah menyapa janji yang karat
Tapi kau, menjadikan lukaku terawat

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Lahan Basah

02 Apr 2026, 22:22 WIBFiction
[PUISI] Rahasia Pagi

[PUISI] Rahasia Pagi

02 Apr 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Bahasa Air Mata

[PUISI] Bahasa Air Mata

01 Apr 2026, 21:22 WIBFiction
[PUISI] Reruntuhan Cahaya

[PUISI] Reruntuhan Cahaya

01 Apr 2026, 05:04 WIBFiction