Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Tepian Renjana

[PUISI] Tepian Renjana
ilustrasi perempuan sedang menunggu (pexels.com/Ivan Samkov)

Aku ingin berusaha menjadi rumah yang indah
Tempat bersandar jika nanti kau merasa lelah
Juga sebagai wadah untukmu berkeluh kesah
Bukan hanya sekadar tempat singgah, yang pada akhirnya gegabah memilih menyerah

Meskipun nanti aku belum bisa menjadi seperti pelangi yang mengagumkan 
Akan aku usahakan untuk menjadi tepian renjana yang menenangkan
Perihal pertemuan yang selalu engkau idam-idamkan
Akan aku usahakan menunggu kepastian darimu tanpa merasa bosan

Karena aku akan tetap menjadi diriku dan sabar menantikan setiap kehadiran
Bersama rentetan impian yang kuharap lekas tersemogakan
Meski berulang kali ada kekecewaan yang membuat ingin lekas berhenti di tengah penantian
Yakinlah, bahwa sampai kapan pun tetap engkaulah yang paling aku perjuangkan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Antara Redup dan Hidup

02 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Bahasa Air Mata

[PUISI] Bahasa Air Mata

01 Apr 2026, 21:22 WIBFiction
[PUISI] Reruntuhan Cahaya

[PUISI] Reruntuhan Cahaya

01 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Bunga Surga

[PUISI] Bunga Surga

29 Mar 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Abu Pekat

[PUISI] Abu Pekat

29 Mar 2026, 21:04 WIBFiction