Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Terlampau Jengah

[PUISI] Terlampau Jengah
ilustrasi mendekap erat (unsplash.com/Anastasia Sklyar)
Share Article

Rasa ini sampai di titik terendah
Saat barisan luka berulah kian parah
Meski telah habis makian dan amarah
Sisakan untaian bisu dalam pasrah
Bersama ribuan bukti lara tak berdarah

Kumohon, sudah
Karena aku terlampau jengah
Pada ribuan janji berujung patah
Pada asa yang dipaksa enyah
Dalam ingkar yang fasih mendesah

Peraduan ini memang tak mudah
Sejak hasrat dan debar memilih pisah
Kau yang kian pongah
Dan aku mulai mendekam payah
Lalu kita jadi sepasang rasa tanpa gairah

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
[PUISI] Dua Dimensi Waktu

[PUISI] Dua Dimensi Waktu

23 Des 2024, 05:04 WIB
Editorial Team
T y a s
EditorT y a s