Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Terlampau Jengah

ilustrasi mendekap erat (unsplash.com/Anastasia Sklyar)
ilustrasi mendekap erat (unsplash.com/Anastasia Sklyar)

Rasa ini sampai di titik terendah
Saat barisan luka berulah kian parah
Meski telah habis makian dan amarah
Sisakan untaian bisu dalam pasrah
Bersama ribuan bukti lara tak berdarah

Kumohon, sudah
Karena aku terlampau jengah
Pada ribuan janji berujung patah
Pada asa yang dipaksa enyah
Dalam ingkar yang fasih mendesah

Peraduan ini memang tak mudah
Sejak hasrat dan debar memilih pisah
Kau yang kian pongah
Dan aku mulai mendekam payah
Lalu kita jadi sepasang rasa tanpa gairah

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
T y a s
EditorT y a s
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Fajar Ramadan

16 Feb 2026, 06:15 WIBFiction
ilustrasi bunga jalanan

[PUISI] Bunga Jalanan

16 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
ilustrasi seorang anak memegang lilin

[PUISI] Tak Ingin Redup

15 Feb 2026, 21:48 WIBFiction
Ilustrasi siluet senja

[PUISI] Serupa Senja

15 Feb 2026, 21:07 WIBFiction
ilustrasi kebaikan

[PUISI] Putaran Awal

15 Feb 2026, 20:17 WIBFiction
ilustrasi seseorang sedang merenung

[PUISI] Setelah Luka

13 Feb 2026, 21:07 WIBFiction
ilustrasi senja

[PUISI] Lirih Jingga

13 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
ilustrasi berdoa

[PUISI] Menyeduh Sabar

12 Feb 2026, 19:47 WIBFiction
ilustrasi bayangan di bawah senja

[PUISI] Benang Temaram

12 Feb 2026, 05:15 WIBFiction