Terbangun dengan dada yang sesak
Mata yang sembap, hidung terisak
Namun waktu dengan kejam mendesak
Tak peduli tatkala hati menuntut berteriak
Pintaku hanya lima menit
Cukup sebagai penawar rasa sakit
Namun, kembali waktu menghimpit
Meski hantaman memori kerap mengungkit
Aku hanya ingin terlelap semenit lagi
Tak bisakah ku negosiasikan kembali nanti?
Sebab ranjang samudra telah menanti
Hendak menenggelamkan ku dalam buaian mimpi
![[PUISI] Terlelap di Ranjang Samudra](https://image.idntimes.com/post/20260617/pexels-pixabay-62307_82c4e9fb-f9f6-4406-8b06-acdfd597a53f.jpg)