Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Terlelap di Ranjang Samudra
Ilustrasi dibawah air (pexels.com/Pixabay)

Terbangun dengan dada yang sesak
Mata yang sembap, hidung terisak
Namun waktu dengan kejam mendesak
Tak peduli tatkala hati menuntut berteriak

Pintaku hanya lima menit
Cukup sebagai penawar rasa sakit
Namun, kembali waktu menghimpit
Meski hantaman memori kerap mengungkit

Aku hanya ingin terlelap semenit lagi
Tak bisakah ku negosiasikan kembali nanti?
Sebab ranjang samudra telah menanti
Hendak menenggelamkan ku dalam buaian mimpi

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team