5 Jenis Ikan Lokal yang Paling Pas Diolah Jadi Pempek Kapal Selam

- Jenis ikan menentukan rasa, aroma, dan tekstur adonan pempek kapal selam, terutama agar adonan cukup kuat membungkus telur.
- Tenggiri dan gabus menjadi pilihan umum: tenggiri bercita rasa familiar, sedangkan gabus menghasilkan tekstur kenyal dan padat, meski lebih sulit diperoleh.
- Kakap putih, patin, dan lele menawarkan alternatif lokal untuk eksperimen, dengan keunggulan berbeda dalam aroma, ketersediaan, harga, serta kebutuhan pengolahan adonan.
Pempek kapal selam memang punya daya tarik sendiri. Begitu dibelah, telur di bagian tengah langsung kelihatan dan bikin siapa pun yang melihatnya jadi pengin makan. Tapi sebelum sampai ke bagian telur, ada satu bahan yang sangat menentukan karakter pempek, yaitu ikan.
Jenis ikan yang digunakan bisa memengaruhi rasa, aroma, dan tekstur adonan. Indonesia sendiri punya cukup banyak pilihan ikan yang bisa digunakan untuk membuat pempek, mulai dari ikan yang sudah umum dipakai sampai alternatif yang lebih mudah ditemukan. Kalau kamu ingin mencoba bikin pempek kapal selam sendiri, lima ikan lokal ini bisa jadi pilihan.
1. Ikan tenggiri

ilustrasi ikan tenggiri (commons.wikimedia.org/ Alan Couch) Ikan tenggiri menjadi salah satu pilihan yang paling umum digunakan untuk membuat pempek. Dagingnya berwarna putih dengan rasa gurih dan tekstur yang cukup padat. Karakter tersebut membuat tenggiri cocok dijadikan bahan dasar adonan pempek, termasuk untuk jenis kapal selam yang membutuhkan adonan cukup kuat saat membungkus telur.
Selain itu, aroma ikan tenggiri juga cukup khas sehingga rasa ikannya tetap terasa setelah dicampur dengan tepung tapioka. Buat kamu yang ingin membuat pempek dengan karakter yang familiar seperti yang banyak dijual di Palembang, tenggiri bisa menjadi pilihan pertama yang paling aman.
2. Ikan gabus

ilustrasi ikan gabus (commons.wikimedia.org/ Wibowo Djatmiko) Ikan gabus juga sudah lama digunakan sebagai bahan pempek dan punya karakter yang cocok untuk makanan ini. Dagingnya memiliki kandungan protein yang cukup tinggi dan mampu membantu membentuk tekstur gel pada adonan. Itu sebabnya pempek berbahan gabus bisa memiliki tekstur yang kenyal dan cukup padat ketika diolah dengan perbandingan bahan yang tepat.
Buat kamu yang ingin rasa ikan yang cukup terasa tetapi tetap mendapatkan tekstur pempek yang enak digigit, gabus menarik untuk dicoba. Kekurangannya, ikan ini sekarang relatif lebih sulit didapatkan dan harganya bisa lebih tinggi dibandingkan beberapa ikan budidaya lainnya.
3. Ikan kakap putih

ilustrasi ikan kakap putih (commons.wikimedia.org/ Lord Mountbatten) Kakap putih bisa menjadi pilihan kalau kamu ingin mencoba pempek dengan karakter yang sedikit berbeda. Dagingnya berwarna putih dan memiliki rasa yang cenderung gurih dengan aroma yang gak terlalu tajam. Kakap putih juga sudah digunakan dalam penelitian pengembangan pempek, termasuk dikombinasikan dengan ikan tenggiri untuk mendapatkan karakter adonan tertentu.
Ikan ini cocok buat kamu yang suka bereksperimen dengan rasa pempek. Kakap putih bisa digunakan sendiri atau dikombinasikan dengan tenggiri, sehingga kamu bisa menyesuaikan karakter rasa dan tekstur sesuai selera. Bahkan, kombinasi keduanya sudah diuji dalam beberapa formulasi pempek.
4. Ikan patin

ilustrasi ikan patin (commons.wikimedia.org/ Trương Minh Khải) Ikan patin bisa menjadi alternatif menarik, terutama buat kamu yang lebih mudah menemukan ikan air tawar di sekitar tempat tinggal. Patin sudah digunakan dalam berbagai penelitian pengembangan pempek dan dapat diolah menjadi bahan dasar adonan. Ikan ini juga termasuk komoditas yang banyak dibudidayakan, sehingga ketersediaannya relatif lebih mudah dibandingkan beberapa ikan tradisional untuk pempek.
Karakter patin memang berbeda dari tenggiri atau gabus sehingga kamu gak bisa mengharapkan rasa yang persis sama. Namun, justru itu yang membuatnya menarik untuk dicoba. Kalau kamu ingin membuat pempek dengan bahan yang lebih mudah ditemukan dan tetap punya rasa ikan yang gurih, patin bisa menjadi salah satu alternatif.
5. Ikan lele

ilustrasi ikan lele (pexels.com/ Mahmudul Hasan) Lele mungkin terdengar sedikit gak biasa kalau dijadikan bahan pempek, tetapi penggunaannya sudah pernah dikembangkan dalam berbagai penelitian. Salah satu alasannya adalah lele cukup mudah dibudidayakan, relatif mudah ditemukan, dan harganya cenderung lebih terjangkau. Karena itu, lele menarik sebagai alternatif ketika tenggiri atau gabus sulit didapatkan.
Untuk pempek kapal selam, penggunaan lele perlu memperhatikan pengolahan daging dan komposisi adonannya supaya karakter ikan tetap enak saat dimakan. Kalau kamu ingin bereksperimen dengan bahan lokal yang lebih ekonomis, lele bisa jadi pilihan yang cukup menarik tanpa harus terpaku pada ikan yang biasanya digunakan untuk pempek.
Ternyata pilihan ikan untuk membuat pempek kapal selam cukup luas. Kamu bisa memilih berdasarkan rasa yang dicari, bahan yang paling mudah ditemukan, atau sekadar ingin mencoba sesuatu yang berbeda dari pempek biasanya.
Kalau baru pertama kali bereksperimen, tenggiri atau gabus bisa menjadi titik awal yang mudah. Setelah terbiasa dengan adonannya, kamu bisa mencoba jenis ikan lain untuk menemukan kombinasi yang paling cocok dengan selera kamu.




















