5 Kuliner Khas Nara Berbahan Kesemek, Cocok buat Oleh-oleh!

- Nara, salah satu penghasil kesemek terbesar Jepang setelah Wakayama, menawarkan olahan musiman seperti selai, cuka, dan kaki monaka yang berisi pasta kesemek.
- Daun kesemek dimanfaatkan sebagai pembungkus kakinoha-zushi, sushi nasi cuka dan ikan kembung asin yang dijual luas serta menjadi sajian festival di Gojo dan Yoshino.
- Kaki namasu, campuran kesemek dengan daikon, wortel, dan cuka, disantap saat Tahun Baru; warna putih-oranyenya melambangkan harapan perdamaian dan harmoni.
Suasana musim gugur di Jepang identik dengan warna dedaunan yang berubah menjadi kuning hingga kemerahan. Masyarakat lokal kerap menikmatinya sambil piknik, minum teh, serta menyantap hidangan musiman. Salah satu hidangan tersebut adalah olahan kesemek.
Nara termasuk daerah penghasil kesemek terbesar di Jepang setelah Wakayama. Kesemek bukan sekadar buah musim gugur, tetapi juga sering disebut dalam haiku, puisi pendek tradisional Jepang. Agar gak penasaran, berikut ini lima kuliner berbahan kesemek yang bisa kamu coba saat berkunjung ke Nara.
1. Selai kesemek

ilustrasi selai kesemek (magnific.com/valeria_aksakova) Selai menjadi olahan buah kesemek yang relatif mudah dibuat selain dikeringkan secara tradisional. Umumnya menggunakan jenis Fuyu yang manis, renyah, dan menyegarkan. Teksturnya lebih mirip apel dan dapat langsung dimakan setelah dibeli.
Sedangkan Prefektur Nara punya jenis kesemek lokal dari daerah Gojo, namanya Gojo Goshogaki. Ukurannya relatif kecil, tetapi rasanya manis dan memiliki nilai sejarah penting dalam tradisi kesemek kering di wilayah tersebut. Meski berbeda jenis, cara pembuatan selai relatif sama.
Kesemek yang telah diiris dipanaskan bersama air perasan lemon hingga lunak. Kemudian ditambahkan gula, garam, dan diaduk hingga larut. Selai akan mengental setelah dididihkan perlahan hingga matang.
2. Cuka kesemek

ilustrasi cuka kesemek (photo-ac.com/HiC) Sejumlah daerah di Jepang merupakan produsen cuka kesemek, termasuk Nara. Produk ini awalnya dibuat untuk memanfaatkan buah kesemek yang berkualitas rendah agar tidak dibuang begitu saja. Kemudian menjadi salah satu produk andalan Kaki no Senmon Ishii, toko spesialis kesemek di Nishi-Yoshinocho, Gojo, Prefektur Nara yang laris selama lebih dari 40 tahun.
Cuka kesemek punya rasa sedikit asam yang tidak ditemukan pada cuka biji-bijian. Kegunaannya mirip seperti cuka apel maupun biji-bijian yang dapat digunakan dalam masakan atau dicampur dengan soda dan madu. Sebagian orang juga meminumnya untuk kepentingan kesehatan tubuh karena dianggap kaya mineral, polifenol, asam amino, dan nutrisi lainnya.
3. Kaki monaka

ilustrasi kaki monaka (pexels.com/Diana Nguyen) Kalau kamu suka jajanan manis, bisa mencicipi kaki monaka. Monaka merupakan kue tradisional Jepang (wagashi) yang umumnya diisi dengan pasta kacang azuki. Sedangkan kaki monaka menggunakan pasta buah kesemek sebagai isiannya.
Manis alami dari kesemek dan sering kali ada potongan daging buah, sehingga kamu dapat menikmati teksturnya. Isian tersebut dipadukan dengan kulit monaka yang renyah. Buat kamu yang penasaran dengan rasanya dan ingin menjadikannya sebagai oleh-oleh, bisa membeli di toko yang khusus menjual wagashi dan olahan kesemek di sekitar Stasiun Kintetsu Nara.
4. Kakinoha-zushi

ilustrasi kakinoha-zushi (commons.wikimedia.org/ZhengZhou) Berbeda dari ketiga kuliner sebelumnya, daun kesemek atau kakinoha dalam bahasa Jepang juga menjadi bagian dari budaya kuliner khas Nara. Bukan untuk dimakan, tetapi sebagai bungkus sushi, sehingga varian ini disebut kakinoha-zushi. Sushinya terbuat dari ikan kembung asin dan nasi yang dibumbui cuka, kemudian dibungkus dengan daun kesemek.
Kakinoha-zushi banyak dijual di berbagai pusat perbelanjaan, restoran, menjadi bekal makan siang di stasiun kereta api atau ekiben, hingga sajian festival. Di daerah Gojo dan Yoshino, sushi ini menjadi hidangan festival musim panas. Sedangkan saat musim dingin biasanya dinikmati dalam kondisi hangat setelah dipanggang hingga permukaan daun sedikit gosong.
5. Kaki namasu

ilustrasi kaki namasu (photo-ac.com/photopicture) Satu lagi kuliner khas Nara berbahan kesemek, yaitu kaki namasu yang sering disantap saat Tahun Baru. Kuliner ini sudah ada sejak periode Heian yang bermakna bagi masyarakat Jepang. Kombinasi warna putih dan oranye mewakili Mizuhiki (tali hias Jepang) yang menjadi simbol harapan akan perdamaian serta harmoni.
Namasu biasanya berisi lobak daikon dan wortel, tetapi di Nara menambahkan kesemek yang dicampur dengan cuka. Umumnya menggunakan kesemek kering, tetapi kesemek segar pun tidak kalah lezat. Ada pula beberapa variasi yang menambahkan kulit yuzu (jeruk) sebagai hiasan.
Kesemek atau buah kaki dalam bahasa Jepang punya rasa manis alami saat sudah matang. Biasanya semakin manis setelah dikeringkan, makanya kerap digunakan sebagai pengganti gula dalam berbagai hidangan. Selain itu, daunnya pun bisa digunakan untuk membungkus makanan.
Nah, buat kamu yang sedang berada di Nara dapat mencicipi salah satu kuliner khasnya tersebut. Sebagian juga cocok dibawa pulang untuk oleh-oleh yang tersedia sepanjang tahun. Ada yang bikin kamu penasaran?




![[QUIZ] Apakah Kamu Bisa Bedakan Buah Tomat dan Kesemek Ini?](https://image.idntimes.com/post/20231229/jade-b-xeuu-50fbyu-unsplash-6371b2b12fc1bf29fea14f7304914405-ab107611fe21d4866af8549d86dffaef.jpg)


















