Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Makanan Khas Nias, Ada Olahan Kepiting sampai Babi

7 Makanan Khas Nias, Ada Olahan Kepiting sampai Babi
ilustrasi makanan khas Nias (unsplash.com/Stefania Croci)

Terkenal dengan lanskap alam yang indah serta tradisi lompat batu yang ekstrem, siapa sangka kalau makanan khas Nias juga sangat menarik buat dikulik. Masyarakat lokal di sini punya cara unik mengolah daging, ikan, sampai sagu menjadi hidangan dengan karakter rasa yang berani dan beda dari yang lain. Kamu pun bisa merasakan sensasi kuliner otentik yang setiap suapannya seolah menceritakan tradisi ala masyarakat pesisir.

Meskipun terlihat simpel, makanan tradisional Nias justru punya kedalaman rasa yang gak semua daerah punya. Berbagai menu ikonik ini biasanya menjadi hidangan wajib yang menghangatkan suasana saat perayaan keluarga atau upacara besar. Mau tahu apa saja kuliner Nias yang punya rasa juara? Yuk, intip daftar lengkapnya berikut ini!

1. Silio Guro

Kuliner asli Nias memiliki ciri khas dengan rasa segar, termasuk silio guro yang bahan-bahannya mudah ditemukan di Gunungsitoli dengan bahan daging ikan segar dan bumbu-bumbu alami. Menariknya, proses memasaknya pun jadi simbol semangat gotong royong dan kekeluargaan yang masih sangat kental dijaga oleh masyarakat setempat. Setiap tahapan dalam menyiapkan hidangan ini ternyata punya makna mendalam soal bagaimana warga saling bekerja sama dan berbagi dalam segala hal.

​Makanya, makanan ini gak pernah absen dalam momen-momen penting seperti acara pernikahan, syukuran, hingga perayaan hari besar. Hidangan yang biasanya dibungkus daun pisang ini dipanggang sampai aromanya keluar dengan bentuk mirip pepes. Karena wajib ada di acara-acara penting, masyarakat lokal menganggap bahwa menyajikan makanan ini bukan cuma soal rasa, tapi juga cara mereka merayakan kebersamaan yang sudah diwariskan turun-temurun.

2. Bato Hambae

ilustrasi makanan berbahan kepiting
ilustrasi makanan berbahan kepiting (unsplash.com/alvin matthews)

Salah satu jenis kuliner di Nias yang autentik adalah bato hambae yang berasal dari Kepulauan Hinako, Kecamatan Sirombu. Sajian ini terbuat dari daging kepiting segar yang dibentuk menjadi bulat pipih atau lempengan, yang kemudian diproses diasap hingga benar-benar kering. Sayangnya, karena bahan utamanya sulit didapat, pembuatan kudapan ini biasanya hanya dilakukan pada musim kepiting yang jatuh di bulan Mei, Juni, dan Juli.

​Dalam keseharian masyarakat setempat, bato hambae sering digunakan sebagai lauk pendamping nasi karena bisa disimpan lama. Karena masih menggunakan teknik pengasapan tradisional, makanan ini punya aroma yang kuat sekaligus mengunci rasa manis alami dari daging kepitingnya. Nah, karena jarang diproduksi dan merupakan makanan terbatas, bato hambae bisa menjadi salah satu oleh-oleh khas Nias untuk kamu bawa pulang!

3. Gowi Nifufu

Kalau kamu penasaran dengan makanan khas Nias yang unik, ada gowi nifufu yang terkenal mengenyangkan. Sajian ini terbuat dari umbi-umbian seperti singkong atau ubi jalar yang ditumbuk halus, lalu dipadukan dengan parutan kelapa yang gurih. Meskipun sekilas tampilannya mengingatkan kita pada getuk di Jawa, makanan satu ini punya karakter rasa tersendiri.

​Menariknya, gowi nifufu gak cuma enak jadi camilan, tapi juga sering banget dipakai sebagai alternatif pengganti nasi. Banyak keluarga di Nias yang menyajikannya sebagai pendamping lauk utama karena teksturnya lembut ada sedikit sensansi manis alami. Proses bikinnya cukup sederhana, tinggal campur ubi halus dengan sedikit gula bentuk bulat-bulat, lalu baluri kelapa parut supaya makin nikmat pas digigit.

4. Tamboyo

ilustrasi makanan khas Nias
ilustrasi makanan khas Nias (unsplash.com/unsplash.com/Stefania Croci)

Tamboyo dikenal sebagai ketupat tradisional khas Nias yang biasanya hadir saat momen-momen spesial. Bentuknya pun beragam, ada yang kotak-kotak dan ada juga yang bulat, tergantung tradisi serta cara pembuatannya. Cita rasanya khas karena menggunakan beras pulut lokal Nias yang memberi sensasi gurih dengan sedikit rasa asin.

Proses pembuatan tamboyo juga tidak bisa dibilang cepat karena ada banyak hal yang harus dipersiapkan terlebih dahulu. Salah satu yang paling menarik adalah pembuatan kulitnya yang memakai daun kelapa muda dan dianyam secara tradisional. Karena itulah, tamboyo biasanya lebih sering dibuat menjelang hari besar seperti Lebaran, Jumat Agung, Natal, hingga perayaan Tahun Baru.

5. Lehadalo Nifange

Kalau biasanya rendang identik dengan daging, masyarakat Nias punya versi yang cukup unik bernama lehedalö nifange. Hidangan tradisional asal Pulau Nias, Sumatra Utara ini menggunakan daun talas sebagai bahan utamanya sehingga tampil berbeda dari rendang pada umumnya. Meski begitu, warna hijau kecokelatannya tetap sekilas terlihat seperti rendang biasa dengan aroma rempah yang menggugah selera.

Lehedalö nifange biasanya disantap bersama nasi atau sagu dan punya tekstur lembut yang bikin nagih saat dimakan. Rasanya pun gak kalah lezat dibanding rendang daging sehingga sering disajikan bukan hanya sebagai menu rumahan, tetapi juga dalam acara adat seperti pernikahan, syukuran, hingga sunatan. Menariknya lagi, makanan tradisional ini bisa bertahan hingga dua sampai tiga hari setelah dimasak sehingga cukup praktis untuk disimpan dan disantap kembali.

6. Kofo-kofo

ilustrasi fillet ikan
ilustrasi fillet ikan (unsplash.com/reskp)

Kamu pencinta hidangan bersantan? Pas banget, ada makanan khas Nias bernama kofo-kofo yang wajib dicoba olehmu. Gulai ikan ini biasanya memakai bahan ikan segar yang dimasak bareng santan kental dan bumbu rahasia yang diwariskan turun-temurun di setiap keluarga. Ada beberapa versi dari makanan ini, misalnya ikannya ditumbuk sampai halus hingga ada yang menambahkan telur ke dalam adonan supaya teksturnya jadi lebih padat dan kian mantap saat disantap.

​Bagi warga lokal khususnya di Gunungsitoli, makanan khas Nias ini punya kedudukan istimewa. Kofo-kofo sering muncul sebagai simbol kemakmuran dalam pesta besar maupun acara adat. Kehadiran kofo-kofo di meja makan seolah menjadi penanda kebersamaan karena proses memasaknya pun biasanya dilakukan ramai-ramai oleh anggota keluarga.

7. Ni'owuru

Masyarakat Nias punya cara unik untuk mengawetkan daging lewat tradisi bernama ni’owuru yang umumnya menggunakan daging babi sebagai bahan utamanya. Daging akan diproses dengan teknik penggaraman yang cukup intens agar daging bisa disimpan dalam waktu lama tanpa khawatir cepat rusak. Hasilnya, kamu akan menemukan daging dengan tekstur yang agak keras dan kering, tanpa menghulangkan aroma khas dagingnya.

​Dahulu, metode ni’owuru ini sering diandalkan untuk menyelamatkan sisa daging dari hajat besar supaya gak terbuang sia-sia dan bisa dinikmati kembali. Berawal dari kebiasaan tersebut, daging yang diawetkan tersebut bertransformasi menjadi menu harian yang akrab di lidah masyarakat selain disajikan dalam acara adat. Dan karena rasanya yang tajam, makanan khas Nias ini biasanya akan direbus atau digoreng sebentar sebelum dinikmati sebagai pendamping setia nasi hangat atau ubi.

Deretan makanan khas Nias tadi bukan cuma menarik dari segi rasa, tapi juga menyimpan cerita dan tradisi yang masih dijaga sampai sekarang. Setiap hidangan punya karakter tersendiri, mulai dari cara pengolahan, bahan yang digunakan, sampai makna budaya di baliknya yang membuat pengalaman kuliner jadi lebih berkesan. Jadi, kalau suatu hari kamu berkesempatan datang ke Nias, jangan cuma menikmati keindahan alamnya saja, tapi sempatkan juga mencicipi kuliner khasnya yang kaya rasa dan penuh nilai budaya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us

Related Articles

See More

8 Olahan Daging Sapi Berkuah Bening, Segarnya Istimewa!

13 Mei 2026, 14:08 WIBFood