Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

8 Cara Masak Lontong Hemat Gas, Anti Gagal dan Gak Bikin Dompet Kering!

8 Cara Masak Lontong Hemat Gas, Anti Gagal dan Gak Bikin Dompet Kering!
ilustrasi lontong (pexels.com/Vietnam Tri Duong Photographer)

Momen syukuran keluarga, seperti halal bihalal memang paling pas kalau ada menu lontong sayur yang hangat dan nikmat. Namun, membayangkan proses memasak lontong yang biasanya memakan waktu berjam-jam sering bikin kamu jadi maju mundur duluan. Padahal, ada tips memasak lontong yang hemat gas tanpa harus mengorbankan tekstur pulen yang kamu cari selama ini, lho.

Kalau kamu terus-terusan pakai cara lama yang boros waktu, siap-siap saja tagihan gas bakal membengkak drastis. Jangan sampai niat hati ingin makan enak di rumah malah bikin kantong kamu jebol gara-gara proses merebus yang gak efisien. Kamu perlu tahu trik yang lebih cerdas supaya dapur tetap mengepul tanpa harus menguras jatah uang bulanan seperti di bawah ini!


1. Pilih beras pulen berkualitas agar hasilnya gak ambyar

ilustrasi beras pulen
ilustrasi beras pulen (pexels.com/Mari M)

Sering kali kamu asal pilih beras yang ada di dapur tanpa memikirkan bagaimana tekstur akhir lontongnya nanti. Beras yang terlalu pera bakal bikin lontong kamu terasa kasar dan gak menyatu dengan sempurna saat dipotong setelah matang. Padahal kunci utama lontong yang enak itu ada pada pemilihan bahan baku yang tepat sejak awal kamu memulai prosesnya.

Kamu sebaiknya memilih jenis beras pulen agar tekstur lontong bisa lembut, kenyal, dan padat secara merata, ya. Dengan bahan yang tepat, proses memasak jadi lebih terukur dan hasilnya pasti memuaskan lidah siapa pun yang mencicipinya. Kamu pun gak perlu kecewa karena hasil jerih payah di dapur berakhir jadi nasi lembek yang gak jelas bentuknya.


2. Rendam beras terlebih dahulu agar tekstur lebih cepat lembut

ilustrasi meredam beras
ilustrasi meredam beras (pixabay.com/PhotoSP)

Banyak orang langsung memasukkan beras ke dalam bungkus tanpa melewati proses perendaman karena ingin cepat selesai. Padahal, beras yang kering membutuhkan waktu jauh lebih lama untuk menyerap air dan mengembang sempurna di dalam dandang. Masalah ini sering kali bikin durasi memasak jadi molor dan akhirnya menyedot sisa gas di dapur kamu.

Solusinya, rendamlah beras selama minimal satu jam sebelum kamu mulai memasukkannya ke dalam bungkusan daun atau plastik. Proses ini membantu butiran beras menjadi lebih lunak sehingga nantinya akan lebih cepat matang saat direbus di air mendidih. Manfaatnya, kamu bisa memangkas waktu masak yang lumayan banyak dan membuat tekstur lontong jadi lebih pulen.


3. Perhatikan takaran isi beras supaya lontong gak jadi keras

ilustrasi membuat lontong
ilustrasi membuat lontong (pexels.com/Vietnam Tri Duong Photographer)

Kesalahan fatal yang sering dilakukan pemula adalah mengisi bungkusan lontong sampai terlalu penuh karena takut hasilnya lembek. Padahal, beras butuh ruang yang cukup untuk mengembang selama proses perebusan di dalam panci. Kalau kamu mengisinya terlalu padat, alhasil lontong akan menjadi sangat keras dan sulit untuk dikunyah nantinya.

Pastikan kamu mengisi beras maksimal setengah atau dua pertiga bagian saja dari volume bungkusan daun pisang atau plastik. Cara ini memberikan ruang bagi udara dan air untuk bersirkulasi sehingga kematangan beras bisa terjadi secara merata. Lontong kamu pun akan punya kepadatan yang pas, gak terlalu keras tapi juga gak gampang hancur saat diiris.


4. Susun lontong dalam posisi berdiri agar matangnya lebih merata

ilustrasi menyusun lontong sebelum dimasak
ilustrasi menyusun lontong sebelum dimasak (pexels.com/Vietnam Tri Duong Photographer)

Menyusun lontong secara asal-asalan atau bertumpuk horizontal sering kali membuat bagian tengahnya gak terkena air panas secara optimal. Masalah ini bisa bikin hasil lontong kamu matang sebelah atau ada bagian yang masih berupa butiran beras mentah. Tentu kamu gak mau kan sudah capek-capek masak tapi hasilnya malah gak layak untuk dihidangkan ke tamu?

Cobalah susun lontong dalam posisi berdiri tegak di dalam panci dan pastikan semuanya terendam air dengan sempurna. Posisi berdiri memungkinkan sirkulasi air panas masuk ke celah-celah bungkusan dengan lebih leluasa dan merata ke seluruh sisi. Hasilnya, tingkat kematangan lontong akan sangat seragam dari ujung ke ujung tanpa ada bagian yang gagal matang.

5. Gunakan teknik merebus 5-30-7 agar gas gak terbuang sia-sia

ilustrasi merebus lontong
ilustrasi merebus lontong (pexels.com/Pew Nguyen)

Masalah terbesar saat bikin lontong adalah durasi merebus yang biasanya butuh waktu sampai 4 jam lebih jika menggunakan metode biasa. Kalau pakai cara konvensional begitu, gas di rumah pasti bakal cepat habis hanya dalam sekali sesi masak saja, lho. Teknik 5-30-7 bisa sebagai solusi buat kamu yang ingin masak efisien tapi hasil tetap juara di kelasnya.

Caranya cukup mudah, kamu hanya perlu merebus lontong selama 5 menit, lalu matikan kompor dan tutup rapat selama 30 menit. Setelah itu, nyalakan kembali api dan rebus lagi selama 7 menit sebelum akhirnya didiamkan hingga dingin. Manfaatnya, suhu panas yang terperangkap di dalam panci bakal mematangkan lontong secara perlahan tanpa perlu api menyala terus-menerus, deh.


6. Pastikan tutup panci selalu rapat agar suhu tetap stabil

ilustrasi merebus lontong dengan tutup yang rapat
ilustrasi merebus lontong dengan tutup yang rapat (pexels.com/Pew Nguyen)

Uap panas yang keluar dari celah tutup panci yang gak rapat sering kali membuat suhu air rebusan menjadi gak stabil. Hal ini memaksa kompor bekerja lebih keras untuk menjaga titik didih dan akhirnya bikin gas jadi makin boros. Jangan sampai usaha kamu melakukan teknik hemat gas jadi sia-sia cuma gara-gara masalah sepele seperti tutup panci yang miring.

Kamu harus memastikan panci tertutup rapat sempurna, kalau perlu beri pemberat di atas tutupnya agar uap gak bocor keluar. Suhu yang konsisten di dalam panci akan mempercepat proses gelatinisasi atau pemadatan butiran beras menjadi lontong yang cantik. Dengan cara ini, kamu gak perlu sering-sering mengecek kondisi air dan bisa mengerjakan aktivitas lain sambil menunggu, deh.


7. Tambahkan air mendidih saat air rebusan mulai berkurang banyak

ilustrasi memasak lontong
ilustrasi memasak lontong (pexels.com/Vietnam Tri Duong Photographer)

Sering kali saat merebus dalam waktu lama, volume air di dalam panci akan menyusut karena proses penguapan yang terus terjadi. Kesalahan yang sering terjadi adalah menambahkan air dingin langsung dari keran yang justru bikin suhu di dalam panci drop drastis. Akibatnya, kamu harus menunggu lebih lama lagi sampai air kembali mendidih dan proses pematangan lontong jadi terhambat.

Gunakanlah air yang sudah mendidih jika memang kamu harus menambah volume air di dalam panci agar suhu tetap terjaga. Trik sederhana ini sangat efektif untuk mempertahankan ritme kematangan beras tanpa harus membuang energi gas tambahan untuk memanaskan air dari nol, lho. Alhasil kamu pun bakal matang lebih konsisten dan teksturnya gak bakal terganggu oleh perubahan suhu mendadak, deh.


8. Diamkan lontong di dalam panci setelah kompor dimatikan

ilustrasi memasak lontong
ilustrasi memasak lontong (pexels.com/Vietnam Tri Duong Photographer)

Banyak orang yang merasa gak sabar dan langsung mengangkat lontong sesaat setelah api kompor dimatikan agar cepat dingin. Padahal, proses pemadatan tekstur lontong masih terus berlangsung meskipun sumber panas dari api sudah gak ada lagi. Mengangkatnya terlalu cepat bisa membuat tekstur lontong jadi kurang kokoh dan gampang basi karena masih mengandung banyak air.

Diamkanlah lontong di dalam panci yang tertutup selama sekitar 15 hingga 30 menit setelah proses perebusan terakhir selesai. Manfaatnya adalah sisa uap panas akan membantu menyerap sisa kelembapan sehingga lontong menjadi lebih padat dan tahan lama. Setelah itu, baru tiriskan dengan posisi berdiri agar air benar-benar tuntas keluar dari sela-sela bungkusan.

Memasak sendiri di rumah memang jauh lebih higienis dan ekonomis, apalagi kalau kamu sudah tahu tips memasak lontong yang hemat gas ini. Semoga trik ini bikin kamu makin semangat berkreasi di dapur tanpa perlu pusing mikirin tagihan gas bulanan lagi yang bikin pening. Yuk, langsung praktikkan di rumah dan rasakan sendiri betapa mudahnya bikin lontong pulen yang gak bikin dompet menangis!



This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us

Latest in Food

See More

Rahasia Kulit Ayam Goreng Crispy Tahan Lama tanpa Baking Powder

08 Apr 2026, 21:15 WIBFood