Cara Menyimpan Stok Lauk Kering, biar Gak Basi selama Berhaji

Menjalankan ibadah haji di Tanah Suci tentunya membutuhkan stamina yang prima dan asupan nutrisi yang terjaga dengan baik. Banyak jemaah asal Indonesia memilih membawa stok lauk kering, seperti kering (orek) tempe, abon, sambal pecel, atau rendang sebagai cadangan makanan saat lidah merindukan cita rasa masakan rumah.
Namun, suhu udara yang ekstrem di Arab Saudi, serta durasi perjalanan yang lama membuat para jemaah harus memutar otak bagaimana cara penyimpanan makanan tersebut. Tujuannya agar lauk tetap awet dan layak konsumsi dalam waktu lama.
Lauk kering memang menjadi solusi praktis, karena kadar airnya rendah, sehingga tidak mudah ditumbuhi bakteri yang menyebabkannya basi. Meski demikian, pengemasannya pun harus tepat.
Gak perlu bingung, berikut IDN Times bagikan beberapa tips tentang cara menyimpan stok lauk kering, biar gak basi selama berhaji nanti. Simak daftarnya di bawah ini, ya!
1. Pastikan lauk benar-benar dingin sebelum dikemas

Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah memastikan makanan sudah dalam keadaan tidak panas atau bersuhu ruang sebelum dikemas. Jika lauk yang masih hangat langsung dibungkus atau ditutup rapat, uap air yang terperangkap di dalamnya akan mengembun dan wadah jadi lembap. Kelembapan ini memicu pertumbuhan jamur dan membuat makanan cepat tengik, sehingga tak layak konsumsi.
Setelah proses memasak selesai, hamparkan lauk di atas kertas makanan atau nampan yang lebar, agar panasnya cepat menguap dan makanan jadi jadi dingin. Hindari menumpuk lauk yang masih panas dalam satu wadah, karena bagian tengahnya akan tetap panas. Setelah benar-benar dingin dan teksturnya terasa garing, barulah lauk siap untuk dipindahkan ke dalam wadah penyimpanan.
2. Gunakan wadah kedap udara dan plastik vakum

Jenis wadah sangat berpengaruh dalam menjaga kualitas stok lauk kering selama berada ibadah haji. Pilih plastik atau wadah food grade yang kedap udara.
Jika memungkinkan, gunakan teknik pengemasan dengan vakum yang dapat mengeluarkan seluruh udara dari dalam plastik. Pengemasan jenis ini terbukti sangat efektif untuk memperpanjang masa simpan makanan kering, seperti abon, orek tempe, atau sambal goreng teri.
Kemasan vakum juga cenderung hemat ruang di dalam koper, tidak mudah bocor, serta aroma makanan yang menyengat tidak akan keluar dan mencemari pakaian atau barang bawaan lainnya. Jika tidak memiliki mesin vakum, penggunaan botol kecil atau stoples plastik yang kokoh juga bisa menjadi alternatif yang baik. Pastikan penutup wadah selalu terpasang dengan rapat setiap kali kamu selesai mengambil sebagian porsi untuk dimakan.
3. Bagi lauk ke dalam porsi kecil sekali makan

Menyimpan seluruh stok lauk di dalam satu wadah besar sangat berisiko, terkena kontaminasi setiap kali wadah dibuka dan ditutup. Paparan udara dan bakteri dari sendok yang digunakan berkali-kali juga dapat mempercepat kerusakan makanan yang ada di dalam wadah tersebut.
Sebaiknya, bagilah stok lauk ke dalam beberapa plastik kecil atau wadah mungil yang disesuaikan dengan porsi sekali atau dua kali makan. Dengan cara ini, kamu hanya perlu membuka satu bungkus saat ingin menyantapnya.
Sementara itu, sisa stok lainnya akan tetap terjaga kesegarannya. Hal ini juga memudahkan kamu saat ingin membawa bekal ke masjid atau saat melakukan perjalanan antara kota-kota suci di Arab Saudi.
Nah, sekarang kamu sudah paham bagaimana cara menyimpan stok lauk kering, agar tidak basi selama berhaji nanti. Jangan sampai salah langkah, ya! Selamat menunaikan ibadah haji dan diberi kelancaran dalam melaksanakannya.


















