Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Japanese Milk Bread vs. Brioche, Mana yang Pas buat Sarapan?
ilustrasi japanese milk bread dan brioche (pexels.com/Marianna OLE)
  • Japanese milk bread memakai tangzhong yang menghasilkan tekstur lembut, lembap, ringan, dan fluffy; brioche mengandung lebih banyak mentega serta telur sehingga terasa lebih padat, gurih, dan buttery.
  • Pembuatan brioche memerlukan mentega yang dimasukkan bertahap setelah adonan berstruktur, lalu melalui fermentasi sebelum dipanggang; japanese milk bread mengandalkan tangzhong untuk kelembutan.
  • Japanese milk bread fleksibel untuk selai, madu, telur, keju, atau daging; brioche cocok disantap langsung, dipanggang, dijadikan french toast, sandwich, maupun dipadukan dengan telur.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sarapan menjadi salah satu waktu makan yang membutuhkan menu praktis, terutama saat pagi hari dipenuhi berbagai aktivitas yang harus segera dilakukan. Roti pun kerap menjadi pilihan karena bisa langsung dimakan atau dipadukan dengan berbagai isian sesuai selera.

Namun, dari sekian banyak jenis roti yang tersedia, japanese milk bread dan brioche belakangan cukup menarik perhatian untuk dijadikan pilihan sarapan. Keduanya sama-sama dikenal sebagai roti yang lembut dan cocok dinikmati kapan saja, termasuk untuk menemani secangkir kopi atau teh di pagi hari.

Tak hanya bisa disantap langsung, kedua roti ini juga bisa dikreasikan menjadi berbagai menu sarapan yang sederhana hingga lebih spesial. Lantas, ketika harus memilih antara japanese milk bread dan brioche, mana yang sebenarnya lebih pas untuk mengawali hari?

1. Japanese milk bread menggunakan tangzhong, brioche lebih kaya mentega dan telur

ilustrasi tekstur roti japanese milk bread (pexels.com/Cats Coming)

Japanese milk bread dibuat dari bahan seperti tepung terigu, susu, gula, telur, dan mentega dengan tangzhong sebagai salah satu ciri khasnya. Tangzhong sendiri merupakan campuran antara tepung dengan cairan (air atau susu) yang dimasak hingga membentuk pasta sebelum dicampurkan ke dalam adonan utama. Teknik ini membantu adonan menahan lebih banyak cairan sehingga menghasilkan roti yang lembut, lembap, ringan, dan fluffy.

Brioche juga menggunakan tepung, gula, telur, susu, serta mentega, tetapi biasanya kandungan mentega dan telurnya lebih tinggi guna menghasilkan karakter roti yang berbeda. Komposisi inilah yang membuat brioche memiliki rasa lebih buttery, sedikit manis, serta aroma mentega yang semakin terasa ketika disantap.

Alhasil, tekstur brioche tetap lembut, tetapi cenderung lebih padat sekaligus terasa lebih gurih dibandingkan dengan japanese milk bread. Japanese milk bread menonjolkan sensasi ringan, lembut, dan fluffy, sedangkan brioche menawarkan rasa buttery yang lebih kuat dengan tekstur yang terasa lebih kaya.

2. Brioche membutuhkan mentega yang ditambahkan secara bertahap

ilustrasi proses pembuatan japanese milk bread (pexels.com/Felicity Tai)

Pada proses pembuatan brioche, adonan terlebih dahulu diuleni hingga mulai terbentuk dan memiliki struktur yang cukup kuat sebelum mentega dimasukkan. Mentega kemudian ditambahkan sedikit demi sedikit sambil terus diuleni agar bisa tercampur sempurna tanpa membuat adonan terlalu lembek dan menjadi sulit diolah.

Tahap ini penting karena banyaknya mentega menjadi salah satu faktor yang membuat brioche memiliki tekstur lembut, kaya, dan aroma buttery yang khas. Setelah mentega tercampur rata, adonan perlu difermentasi hingga mengembang sebelum dibentuk dan kemudian kembali didiamkan untuk proses pengembangan berikutnya.

Adonan kemudian dipanggang hingga menghasilkan bagian luar yang berwarna keemasan dengan bagian dalam yang lembut dan kaya rasa. Proses yang cukup panjang ini membuat pembuatan brioche membutuhkan perhatian lebih, terutama saat mengolah mentega agar menyatu dengan adonan secara merata.

Berbeda dari japanese milk bread yang mengandalkan tangzhong untuk membantu menghasilkan tekstur lembut dan lembap, brioche lebih menonjolkan penggunaan mentega serta proses pengolahannya. Sehingga, meski sama-sama membutuhkan proses pengulenan dan fermentasi, teknik pembuatan keduanya menghasilkan bentuk sekaligus karakter roti yang berbeda.

3. Japanese milk bread disajikan dengan topping yang beragam

ilustrasi japanese milk bread dengan topping di atasnya (pexels.com/Cats Coming)

Japanese milk bread termasuk roti yang mudah dipadukan dengan berbagai menu karena rasanya cenderung lembut dan tidak terlalu mendominasi. Kamu bisa menikmatinya langsung, memanggangnya sebentar, atau menyajikannya bersama dengan selai, madu, telur, keju, hingga daging sebagai menu sarapan praktis.

Brioche juga bisa dinikmati dengan berbagai cara, tetapi rasa buttery dan sedikit manis membuatnya lebih nikmat ketika diolah menjadi menu sarapan tertentu. Selain disantap langsung atau dipanggang, brioche juga cocok digunakan sebagai bahan french toast, sandwich, atau dipadukan dengan telur dan bahan gurih lainnya.

Karakternya yang lembut serta ringan juga membuatnya cocok untuk menjadi stok roti yang bisa dinikmati beberapa hari selama disimpan dengan baik, ya. Namun, jika kamu lebih menyukai rasa roti yang gurih, buttery, dan terasa seperti sajian bakery, maka brioche layak masuk dalam list menu sarapanmu.

Kesimpulan pilihan antara japanese milk bread dan brioche untuk sarapan bergantung pada selera serta jenis menu yang kamu inginkan. Japanese milk bread lebih pas buat kamu yang menyukai roti lembut, ringan, dan fleksibel dipadukan dengan berbagai topping, sedangkan brioche cocok bagi pencinta rasa buttery yang lebih gurih sekaligus mengenyangkan.

Japanese milk bread cocok buat sarapan praktis, sedangkan brioche pas untuk kamu yang suka sensasi buttery ala bakery. Keduanya punya keunikan masing-masing, tapi mana nih yang paling pas di lidahmu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article