Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi bika ambon (pexels/Broewnis)
  • Bika ambon dikenal sebagai oleh-oleh populer Medan, dengan tekstur bersarang, kenyal, serta cita rasa manis gurih yang khas.

  • Nama “Ambon” paling populer dikaitkan dengan Jalan Ambon atau Jalan Sei Kera di Medan, lokasi pedagang menjual bika modifikasi pada 1980-an.

  • Kue ini beradaptasi dari bika atau bingka Melayu; penambahan ragi pada adonan menghasilkan rongga khas, lalu variannya berkembang dari orisinal hingga modern.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sebagai salah satu oleh-oleh kuliner paling populer dan wajib dibeli saat berkunjung ke Medan, Sumatra Utara, ternyata bika ambon punya sejarah panjang di baliknya. Memiliki tekstur bersarang, kenyal, dan rasa manis gurih yang khas, kuliner ini sangat cocok dengan lidah orang Indonesia hingga mancanegara.

​Namun, satu pertanyaan yang selalu membuat orang-orang penasaran adalah mengapa kuliner khas Medan ini menyematkan nama "Ambon" di belakangnya? Kira-kira, kenapa dinamakan bika ambon padahal asalnya dari Medan?

1. Bagaimana asal-usul bika ambon?

ilustrasi suasana Medan (pexels/Mike Panton)

Sejarah populer yang orang Medan ketahui menyebutkan bahwa nama bika ambon diambil dari lokasi awal kue ini diproduksi dan dijual secara massal, yakni di Jalan Ambon–Jalan Sei Kera, Medan. Pada 1980-an, para pedagang di kawasan ini mulai menjual kue bika dengan resep yang dimodifikasi. Karena kenikmatannya, kue ini mendadak laris manis dan mulai dikenal sebagai "bika di Jalan Ambon", yang seiring berkembangnya zaman disingkat menjadi bika ambon.

2. Bika ambon terinspirasi dari makanan apa?

ilustrasi kue bika (pexels/Ranti Yunita)

Secara historis, bika ambon diadaptasi dari kuliner tradisional khas Melayu, yaitu kue bika atau bingka. Bika tradisional biasanya memiliki tekstur padat dengan rasa gurih dari santan yang pekat.

​Para pembuat kue di Medan kemudian melakukan eksperimen berani dengan menambahkan ragi ke dalam adonan tepung sagu, santan, gula, dan telur. Hasilnya adalah tekstur baru yang berongga-rongga, kenyal, dan warna yang menggugah selera.

3. Apa arti "Ambon" dalam bika ambon?

ilustrasi bika ambon (pexels/Broewnis)

Selain berasal dari nama jalan, ada pula versi sejarah lain yang menyebutkan bahwa kata "Ambon" berasal dari bahasa lokal Medan atau bahasa daerah setempat. Dalam bahasa lokal masa lalu, kata "Ambon" sering diartikan sebagai tekstur yang "lembut" ataupun "empuk". Sebutan ini diberikan oleh warga lokal untuk menggambarkan kelembutan bika ambon yang luar biasa.

4. Apa saja inovasi rasa klasik hingga modern dari bika ambon?

ilustrasi bika ambon (commons.wikimedia.org/Midori)

Pada awal-awal kehadirannya, bika ambon hanya dibuat dengan varian rasa orisinal berwarna kuning keemasan beraroma daun jeruk dan serai. Seiring berjalannya waktu dan selera masyarakat, para pembuat bika ambon di Medan kini menciptakan beragam inovasi varian rasa modern, mulai dari pandan, keju, cokelat, matcha, hingga durian. Meski rasanya makin bervariasi, tekstur sarang lebah yang lembut dan kenyal tak akan pernah tergantikan.

​Banyak orang awam yang mengira bahwa bika ambon berasal dari Ambon karena namanya. Akan tetapi, kue lembut dan kenyal ini berawal di Jalan Ambon, Medan. Keunikan sejarah serta cita rasanya yang khas memang layak membuat kue ini tetap eksis sampai sekarang. Apakah kamu sudah pernah coba bika ambon?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article