Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mengapa Kari Menjadi Simbol Kuliner India?

potret kari
potret kari (commons.wikimedia.org/Sharvarism)

Kari hampir selalu muncul sebagai rekomendasi pertama saat orang pertama kali mencoba kuliner India. Banyak orang mungkin belum hafal nama-nama masakan India, tetapi langsung paham ketika mendengar kata kari.

Kari memang bukan menu spesifik, melainkan bentuk hidangan yang akrab di meja makan orang India. Dari dapur rumahan sampai restoran, kari hadir dengan wajah berbeda. Itulah sebabnya kari mudah melekat sebagai simbol kuliner India. Berikut beberapa alasan mengapa kari menjadi simbol kuliner India.

1. Kari hadir sebagai masakan sehari-hari, bukan menu khusus

potret kari
potret kari (commons.wikimedia.org/Billjones94)

Di banyak rumah di India, kari dimasak hampir setiap hari. Bukan untuk acara besar, tetapi untuk makan siang dan malam biasa. Isinya menyesuaikan stok yang ada di dapur kala itu. Bisa kentang, lentil, ayam, atau sayuran. Karena dimasak rutin, rasanya tidak dibuat berlebihan.

Kari sendiri jarang tampil mewah. Meski demikian, yang penting cocok dimakan bersama nasi atau roti. Kebiasaan inilah yang membuat kari terasa dekat dan membumi. Dari sinilah kari banyak disebut sebagai simbol makanan India.

2. Kari diolah dari bumbu dapur yang selalu tersedia

potret masak kari
potret masak kari (commons.wikimedia.org/Roozitaa)

Kari tidak bergantung pada bahan langka atau bahan musiman bahkan bahan yang sulit didapat. Bumbu utamanya sudah ada di hampir setiap dapur di India. Bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, ketumbar, dan cabai menjadi kombinasi bumbu yang dengan gampangnya dijumpai. Cara meraciknya pun tidak rumit.

Banyak orang mengira bumbu kari harus rumit dan terdiri dari banyak rempah langka, padahal kari rumahan justru mengandalkan kesederhanaan. Kombinasi bumbu yang sama dapat diolah dengan takaran dan teknik berbeda untuk menghasilkan rasa khas di tiap keluarga. Karena berbasis bahan yang akrab dan mudah diingat, cara memasak kari sering diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi. Bahkan tanpa resep tertulis, kari tetap bisa dimasak dengan rasa yang konsisten.

3. Kari menyesuaikan selera makan, bukan sebaliknya

potret kari
potret kari (commons.wikimedia.org/Thamizhpparithi Maari)

Di India, kari jarang dimasak dengan rasa yang sama. Kalau yang makan anak-anak, bumbunya dibuat lebih ringan, santannya lebih terasa, cabainya sedikit. Tapi kalau untuk orang dewasa, rempahnya bisa  tambah sehingga rasanya jadi lebih pedas, lebih harum, lebih nendang.

Kari termasuk makanan yang fleksibel sebab bumbunya menyesuaikan siapa yang makan. Mau dimakan sehari-hari atau disajikan untuk acara besar, rasanya tinggal disesuaikan. Karena inilah kari dengan gampangnya diterima di mana-mana. Saat sampai ke negara lain, kari juga tidak memaksa lidah orang lokal menyesuaikan diri justru kari disesuaikan di tempat di mana ia dimasak.

4. Kari dibuat untuk dimakan bersama nasi atau roti

potret kari
potret kari (commons.wikimedia.org/Billjones94)

Kari itu jarang dimakan sendirian. Biasanya selalu ada pelengkap seperti nasi atau roti di sampingnya entah itu nasi putih, chapati, atau naan. Kuah kari memang dibuat untuk disiram, dicampur, lalu disantap. Rempahnya baru terasa pas ketika bertemu nasi, yakni pas dan gak bikin enek.

Kalau kari dimakan tanpa makanan pendamping, rasanya sering jadi aneh. Sebab tekstur kuah dan bumbunya membuat kari terlalu kuat dan terlalu berat. Kari baru terasa seimbang ketika kuah, nasi, dan isinya ketemu dalam satu suapan. Di situ baru kelihatan kalau kari bukan sekadar lauk, tapi bagian dari cara makan itu sendiri.

5. Kari mudah dikenali meski bentuknya berbeda-beda

potret kari
potret kari (commons.wikimedia.org/Sonia Goyal Jaipur)

Setiap daerah punya kari dengan tampilan dan rasa berbeda. Di India utara, orang mengenal butter chicken atau korma yang kental dan lembut, warnanya pucat karena yoghurt dan krim. Turun ke selatan, karinya berubah total yakni sambar dan rasam encer, asam, pedas, sering dibuat dari asam dan lentil. Di barat ada vindaloo yang merah dan tajam, sementara di timur orang makan macher jhol, kari ikan yang ringan dan segar.

Warna kari bisa apa saja, kuning, cokelat, merah, bahkan nyaris bening. Isinya pun juga bebas bisa ayam, kambing, ikan, sayur, sampai kacang-kacangan. Anehnya, semua tetap disebut kari. Meski warna dan isiannya berbeda, rempah-rempah kari tidak saling menonjol, tidak ada satu rasa yang berdiri sendiri. Semuanya melebur dalam kuah yang lezat.

Kari akhirnya menjadi simbol kuliner India karena hadir di banyak momen sehari-hari. Dari dapur rumah hingga meja restoran, kari selalu punya tempat di hati masyarakat. Apakah kamu salah satu penggemar kari?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us

Latest in Food

See More

5 Tips Bikin Poached Pears Ala Restoran, Manis dan Elegan

08 Jan 2026, 21:25 WIBFood