Mengapa Martabak Manis Sering Juga Disebut Terang Bulan?
Martabak manis dikenal sebagai jajanan malam favorit yang hampir selalu berhasil menggoda selera. Namun, di beberapa daerah di Indonesia, kudapan ini justru lebih akrab disebut terang bulan. Perbedaan penyebutan ini sering bikin penasaran, apalagi untuk makanan yang bentuk dan rasanya sama.
Nama terang bulan bukan sekadar sebutan iseng, melainkan punya latar belakang cerita tersendiri. Dari cara penyajian hingga pengaruh budaya lokal, semuanya ikut membentuk nama yang digunakan masyarakat. Supaya tidak terus bertanya-tanya, yuk telusuri alasan di balik perbedaan nama martabak manis dan terang bulan lewat pembahasan berikut.
1. Asal-usul nama terang bulan yang lebih dulu dikenal di daerah tertentu
Nama terang bulan dipercaya sudah digunakan lebih dulu di beberapa daerah sebelum istilah martabak manis populer secara luas. Penyebutan ini muncul dari kebiasaan masyarakat lokal yang memberi nama makanan berdasarkan bentuk dan tampilannya. Kue yang bulat, cerah, dan tampak mengilap dianggap menyerupai bulan purnama.
Selain itu, istilah terang bulan terdengar lebih sederhana dan mudah diingat oleh masyarakat setempat. Nama ini menyebar dari mulut ke mulut, terutama melalui pedagang kaki lima. Dari sinilah terang bulan menjadi sebutan yang mengakar kuat di daerah tertentu.
2. Pengaruh budaya lokal terhadap penyebutan martabak manis

Setiap daerah di Indonesia memiliki cara sendiri dalam menamai makanan tradisional. Faktor bahasa daerah dan kebiasaan sehari-hari sangat memengaruhi penyebutan suatu hidangan. Hal ini juga berlaku pada martabak manis yang kemudian dikenal sebagai terang bulan di beberapa wilayah.
Di sisi lain, kata martabak sudah lebih dulu diasosiasikan dengan makanan gurih seperti martabak telur. Agar tidak membingungkan, masyarakat lokal memilih nama lain untuk versi manisnya. Terang bulan pun menjadi pembeda yang jelas sekaligus khas.
3. Perbedaan istilah martabak manis dan terang bulan di berbagai kota

Di kota-kota besar seperti Jakarta dan Bandung, istilah martabak manis lebih umum digunakan. Hal ini dipengaruhi oleh mobilitas pedagang dan penyebaran istilah dari satu daerah ke daerah lain. Nama martabak manis kemudian dianggap lebih netral dan mudah dipahami secara nasional.
Sebaliknya, di beberapa daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur, terang bulan masih menjadi sebutan utama. Nama ini bertahan karena diwariskan secara turun-temurun. Kebiasaan tersebut membuat terang bulan menjadi bagian dari identitas kuliner lokal.
4. Cara penyajian yang membentuk identitas nama terang bulan
Terang bulan memiliki ciri khas pada tekstur dan tampilannya. Adonannya tebal, berpori, dan biasanya terlihat mengilap setelah dioles mentega. Tampilan inilah yang membuatnya tampak terang saat disajikan.
Selain itu, isian manis seperti gula, cokelat, dan keju semakin memperkuat kesan cerah pada kue ini. Saat dibelah, bagian dalamnya terlihat kontras dan menggoda. Ciri visual tersebut menjadi alasan kuat mengapa nama terang bulan terasa begitu pas.
5. Alasan dua nama ini tetap bertahan hingga sekarang

Meski merujuk pada makanan yang sama, martabak manis dan terang bulan tetap hidup berdampingan hingga kini. Tidak ada aturan baku yang mengharuskan salah satu nama menggantikan yang lain. Keduanya digunakan sesuai kebiasaan daerah masing-masing.
Selain faktor kebiasaan, unsur nostalgia juga berperan besar. Banyak orang merasa lebih dekat dengan nama yang sejak kecil mereka dengar. Pada akhirnya, perbedaan nama justru memperkaya cerita di balik satu kudapan yang sama.
Perbedaan sebutan martabak manis dan terang bulan menunjukkan betapa kayanya budaya kuliner di Indonesia. Satu makanan bisa memiliki banyak nama, tergantung dari sejarah dan kebiasaan masyarakat setempat. Justru dari perbedaan inilah, kita bisa melihat cerita dan identitas yang membuat kuliner Indonesia semakin menarik.



















